ums pernah jadi induk 15 kampus muhammadiyah di jawa tengah awalnya cuma punya 51 mahasiswa - News | Good News From Indonesia 2026

UMS Pernah Jadi Induk 15 Kampus Muhammadiyah di Jawa Tengah, Awalnya Cuma Punya 51 Mahasiswa

UMS Pernah Jadi Induk 15 Kampus Muhammadiyah di Jawa Tengah, Awalnya Cuma Punya 51 Mahasiswa
images info

Universitas Muhammadiyah Surakarta


Ternyata, Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dulunya adalah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Jakarta Cabang Surakarta.

โ€œSebelum menjadi UMS, secara kelembagaan UMS berasal dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Jakarta Cabang Surakarta yang didirikan pada tahun 1957,โ€ sebagaimana dikutip dari laman resmi UMS.

Sejumlah tokoh menjadi perintisnya. Mereka adalah Sudalmiyah Suhud Rais, Radjab Bulan Hadipurnomo, Muhammad Syafaโ€™at Habib, Sulastri Gito Atmodjo, dan KH Syahlan Rosyidi.

Sekarang, kampus Muhammadiyah di Surakarta itu mampu berdiri sendiri, bahkan jadi salah satu perguruan tinggi top di Indonesia.

baca juga

Dulu, FKIP Universitas Muhammadiyah Jakarta cabang Surakarta diresmikan pada 18 September 1958 di Jalan Overste Sudiarto Nomor 60, Surakarta.

Saat diresmikan, hanya ada tujuh dosen dan enam karyawan. Jumlah mahasiswanya pun hanya 51 orang.

Meski demikian, nyatanya, dari Surakarta, kampus Muhammadiyah tumbuh di berbagai daerah di Jawa Tengah.

Ya, beberapa tahun setelah berdiri, FKIP Muhammadiyah Cabang Surakarta berubah menjadi IKIP Muhammadiyah Surakarta. Pada 1967, lembaga ini mendapat izin menjadi induk Perguruan Tinggi Muhammadiyah se-Jawa Tengah.

baca juga

Sebanyak 15 perguruan tinggi Muhammadiyah tercatat berada dalam jaringan tersebut. Ada yang berasal dari Klaten, Magelang, Kudus, Purwokerto, Kebumen, hingga Sragen.

Menariknya, sejumlah kampus yang pernah berada dalam jaringan itu kemudian tumbuh menjadi perguruan tinggi mandiri.

IKIP Muhammadiyah Purwokerto, misalnya, berkembang menjadi Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Kemudian, IKIP Muhammadiyah Purworejo menjadi Universitas Muhammadiyah Purworejo, sementara IKIP Muhammadiyah Magelang berkembang menjadi Universitas Muhammadiyah Magelang.

Satu Lembaga Berkembang Menjadi Dua Perguruan Tinggi

Kawan, pada 1965, FKIP Muhammadiyah Cabang Surakarta mendapat izin untuk berdiri sendiri. Lembaga tersebut kemudian berkembang menjadi dua institusi.

baca juga

Pertama, Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Muhammadiyah Surakarta. Kedua, Institut Agama Islam Muhammadiyah (IAIM) Surakarta.

Keduanya berada di bawah koordinasi lembaga pemerintah yang berbeda. IKIP Muhammadiyah Surakarta berada di bawah Departemen Perguruan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan. Sementara IAIM Surakarta berada di bawah Departemen Agama.

IKIP Muhammadiyah Surakarta kemudian membuka jurusan Pendidikan Umum dan Ekonomi Umum. Sementara IAIM memiliki jurusan Tarbiyah atau Pendidikan Agama Islam serta Ushuluddin atau Perbandingan Agama.

Tahun 1967, IKIP Muhammadiyah Surakarta menambah jurusan Civic Hukum. Pada tahun yang sama, lembaga tersebut juga memperoleh izin sebagai induk Perguruan Tinggi Muhammadiyah se-Jawa Tengah.

baca juga

Pada masa itu, UMS bahkan belum lahir dengan nama tersebut.

Gagasan Menggabungkan Dua Perguruan Tinggi

Pada 1979, Drs. H. Mohamad Djazman yang saat itu menjabat Rektor IKIP Muhammadiyah Surakarta menggagas penggabungan IKIP Muhammadiyah Surakarta dengan IAIM Surakarta menjadi sebuah univeristas.

Prosesnya kemudian memperoleh dasar hukum pada 1981. Melalui Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 0330/O/1981, status IKIP Muhammadiyah Surakarta berubah menjadi Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Oleh karena itu, tanggal 24 Oktober 1981 kemudian menjadi tonggak resmi berdirinya UMS dalam bentuknya sebagai universitas.

baca juga

Dari Lima Fakultas, Terus Bertambah

Pada masa awal sebagai universitas, UMS mengelola lima fakultas. Ada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Fakultas Ekonomi, Fakultas Hukum, Fakultas Teknik, dan Fakultas Agama Islam. Setelah itu, bidang pendidikannya terus bertambah.

UMS kemudian membuka Fakultas Psikologi, Fakultas Geografi, Fakultas Ilmu Kesehatan, Fakultas Farmasi, Fakultas Kedokteran, Fakultas Komunikasi dan Informatika, hingga Fakultas Kedokteran Gigi.

Perkembangan tersebut membuat wajah UMS semakin jauh dari bentuk awalnya pada 1958.

Kini, UMS telah menjadi universitas dengan bidang pendidikan yang jauh lebih beragam. Bahkan, dalam pemeringkatan internasional, namanya sudah masuk dalam daftar perguruan tinggi dunia.

baca juga

Dalam THE World University Rankings (WUR) 2026, UMS berada pada kelompok peringkat 1.201โ€“1.500 dunia. Di Indonesia, UMS tercatat sebagai salah satu perguruan tinggi swasta dengan posisi tertinggi dalam pemeringkatan tersebut.

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Aslamatur Rizqiyah lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Aslamatur Rizqiyah.

AR
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

๐Ÿšซ AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.