Akses menuju Stasiun BNI City terus dikembangkan. KAI Properti mulai membangun jalur penghubung dari kawasan eks Stasiun Karet melalui pembangunan selasar pedestrian sepanjang kurang lebih 250 meter. Infrastruktur ini disiapkan untuk memudahkan mobilitas masyarakat, terutama pengguna transportasi publik yang berjalan kaki menuju stasiun.
Pembangunan integrasi kawasan Karet–BNI City kini mencakup pengerjaan fondasi, struktur penyangga kanopi, pengecoran elemen struktur, hingga pemasangan rangka baja di sejumlah titik. KAI Properti juga melakukan pemasangan komponen travelator sebagai bagian dari persiapan fasilitas pendukung jalur penghubung tersebut.
Selasar pedestrian nantinya dilengkapi travelator dan moving walk yang masing-masing memiliki panjang 40 meter. Kehadiran fasilitas ini diharapkan membantu masyarakat mengakses Stasiun BNI City dengan lebih mudah dan nyaman.
Manager Corporate Communication KAI Properti, Bramantya Candrika, mengatakan pembangunan akses penghubung tersebut dilakukan secara bertahap untuk meningkatkan konektivitas kawasan stasiun.
“Pembangunan jalur penghubung beserta fasilitas pendukungnya terus kami lanjutkan di sejumlah titik. Melalui pengembangan ini, kami berharap masyarakat nantinya dapat menjangkau Stasiun BNI City dengan lebih mudah dan nyaman, terutama bagi pelanggan yang berjalan kaki dari kawasan sekitarnya,” ujar Bramantya.
Penataan Parkir hingga Akses Transportasi Daring
Selain membangun selasar, pengembangan kawasan Karet–BNI City juga mencakup penataan area parkir dan titik penurunan penumpang atau drop off bagi pengguna transportasi daring.
Fasilitas tersebut disiapkan untuk mempermudah perpindahan masyarakat dari kendaraan pribadi maupun transportasi daring menuju layanan kereta api. Sebaliknya, penumpang yang tiba di stasiun juga diharapkan dapat melanjutkan perjalanan dengan lebih praktis.
Pengembangan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan konektivitas antarmoda, sehingga akses menuju stasiun tidak hanya bergantung pada fasilitas di dalam bangunan, tetapi juga didukung jalur pedestrian dan area perpindahan transportasi yang lebih tertata.
Sebelumnya, KAI Properti telah melakukan sejumlah peningkatan fasilitas di Stasiun BNI City. Pekerjaan tersebut meliputi penggantian travelator menjadi eskalator dan tangga untuk penataan akses antarlantai, pembangunan hall di sisi barat dan timur guna mengakomodasi pergerakan pelanggan, serta pemasangan smart lamp di area peron sebagai bagian dari penerapan konsep smart station.
KAI Properti juga telah membangun kanopi yang tersambung dengan jalur pedestrian untuk meningkatkan kenyamanan pelanggan. Kini, pembangunan selasar dari kawasan eks Stasiun Karet dilanjutkan untuk melengkapi akses yang sudah tersedia.
Aktivitas Penumpang BNI City Meningkat 240 Persen
Integrasi kedua kawasan tersebut dinilai penting karena Stasiun Karet dan Stasiun BNI City menjadi bagian dari aktivitas perjalanan masyarakat pengguna kereta komuter.
Berdasarkan data KAI Properti, Stasiun Karet mencatat 4.909.334 aktivitas naik dan turun pelanggan sepanjang Januari hingga Agustus 2026. Sementara itu, Stasiun BNI City mencatat 2.439.757 aktivitas pelanggan selama Januari hingga September 2026.
Khusus September 2026, aktivitas naik dan turun pelanggan di Stasiun BNI City mencapai 646.411, meningkat sekitar 240 persen dibandingkan Agustus 2026 yang mencatat 190.060 penumpang.
Peningkatan tersebut menjadi salah satu gambaran tingginya aktivitas perjalanan di kawasan BNI City. Dengan akses penghubung yang lebih memadai, masyarakat diharapkan memperoleh kemudahan ketika menuju maupun meninggalkan stasiun.
Bramantya menegaskan bahwa peningkatan aksesibilitas merupakan bagian penting dari pengembangan infrastruktur transportasi publik, termasuk untuk mendukung perjalanan masyarakat sejak titik keberangkatan hingga tujuan akhir.
“Perjalanan masyarakat tidak hanya berlangsung di dalam kereta api, tetapi juga mencakup bagaimana mereka mencapai stasiun dan melanjutkan perjalanan setelah tiba. Karena itu, kami berupaya menghadirkan akses yang dapat mempermudah perpindahan antarmoda sekaligus mendukung konektivitas first mile dan last mile di kawasan Karet–BNI City,” lanjut Bramantya.
Perkuat Konektivitas Transportasi Publik
Sebagai bagian dari KAI Group, KAI Properti terus mendukung pengembangan infrastruktur perkeretaapian yang berorientasi pada konektivitas dan aksesibilitas. Pembangunan selasar pedestrian, fasilitas pendukung, serta penataan area perpindahan moda menjadi bagian dari upaya meningkatkan kenyamanan perjalanan masyarakat.
Melalui integrasi kawasan Karet–BNI City, KAI Properti berharap akses menuju layanan kereta api semakin mudah dijangkau. Kehadiran jalur pedestrian sepanjang 250 meter beserta fasilitas pendukungnya diharapkan dapat memperlancar mobilitas penumpang sekaligus memperkuat konektivitas first mile dan last mile di kawasan tersebut.


