nama pluit di jakarta utara ternyata diambil dari bahasa belanda - News | Good News From Indonesia 2026

Nama Pluit di Jakarta Utara Ternyata Diambil dari Bahasa Belanda

Nama Pluit di Jakarta Utara Ternyata Diambil dari Bahasa Belanda
images info

Pluit | musnahterinjak/WikimediaCommons


Mendengar kata “Pluit”, apa yang terbesit di benak Kawan GNFI? Daerah pesisir Jakarta yang padat? Atau namanya yang sekilas terdengar seperti peluit, sebuah alat kecil yang menghasilkan suara saat ditiup?

Mungkin masih banyak masyarakat awam, utamanya di luar Jakarta, yang mengira nama kawasan ini berasal dari kata peluit yang ditiup atau bunyi suling. Padahal, nama ini justru berawal dari bahasa Belanda. Bagaimana awalnya?

Asal-usul Nama Pluit di Jakarta Utara

Melansir dari sebuah unggahan di Instagram milik Perpustakaan Jakarta Utara, nama Pluit sebenarnya berasal dari sebutan kapal layar panjang milik Belanda abad ke-17 yang dikenal sebagai Fluitschip atau De Fluyt. Sekitar tahun 1660, kapal layar bernama Het Witte Poert ditambatkan dan dikaramkan di tepi muara Kali Angke.

Kapal karam di wilayah pesisir yang dipenuhi rawa-rawa tersebut kemudian difungsikan oleh pasukan Belanda sebagai kubu pertahanan. Benteng darurat dari kapal ini dibangun untuk membantu Benteng Vijfhoek dalam menghadapi serangan pasukan Kesultanan Banten.

Masyarakat setempat pada masa itu terbiasa menyebut lokasi kubu pertahanan tersebut dengan sebutan De Fluyt. Karena lidah masyarakat lokal lebih mudah mengucapkannya, kata De Fluyt lama-kelamaan berubah pelafalannya menjadi Pluit.

Seiring berjalannya waktu, kawasan rawa-rawa ini mulai ditata dan difungsikan sebagai kawasan penampung air. Pada tahun 1923, insinyur Belanda bernama Van Breen menetapkan kawasan Pluit sebagai daerah polder.

Sistem penanganan banjir tersebut berlanjut hingga pemerintah membangun Waduk Pluit pada tahun 1982 seluas 80 hektar. Waduk ini berfungsi menampung air hujan sekaligus pelindung kawasan Jakarta Utara dari ancaman banjir.

baca juga

Kelurahan Pluit: Selayang Pandang

Secara administratif, Pluit adalah kelurahan sekaligus bagian dari wilayah Kecamatan Penjaringan, Kota Administrasi Jakarta Utara. Berdasarkan publikasi BPS Kecamatan Penjaringan Dalam Angka 2025, Kelurahan Pluit memiliki luas wilayah sebesar 7,71 km².

Luas tersebut mencakup sekitar 21,74 persen dari total wilayah Kecamatan Penjaringan yang mencapai 35,47 km². Angka ini menjadikan Pluit sebagai salah satu kelurahan dengan wilayah terluas di kecamatan tersebut.

Meskipun didominasi kawasan hunian dan bisnis, wilayah Pluit juga memiliki peran ekologis yang sangat penting. Keberadaan waduk dan saluran air menjadikan kawasan ini tulang punggung penataan air di pesisir Jakarta.

Sebagai kawasan hunian dan pusat kegiatan ekonomi yang berkembang pesat, Kelurahan Pluit terbagi ke dalam unit administrasi lokal. Kelurahan ini tercatat memiliki 22 Rukun Warga (RW) dan 271 Rukun Tetangga (RT).

Jumlah RW dan RT tersebut merupakan yang terbanyak dibandingkan kelurahan lain di seluruh Kecamatan Penjaringan. Pembagian lingkungan yang cukup banyak ini mencerminkan luasnya sebaran pemukiman warga di kawasan Pluit.

Berdasarkan pendataan BPS tahun 2024, jumlah penduduk di Kelurahan Pluit tercatat sebanyak 59.439 jiwa. Populasi tersebut terdiri atas 28.975 jiwa laki-laki dan 30.464 jiwa perempuan.

Dengan data populasi dan luas wilayah tersebut, angka kepadatan penduduk di Kelurahan Pluit mencapai 8.137,41 jiwa per km². Angka kepadatan ini tergolong sedang jika dibandingkan dengan Kelurahan Penjaringan yang mencapai lebih dari 24 ribu jiwa per km².

Perkembangan infrastruktur, pusat perbelanjaan, dan kawasan kuliner menjadikan Pluit magnet ekonomi di wilayah pesisir. Transformasi pesat ini memperlihatkan bagaimana kawasan kapal karam masa lalu berkembang menjadi pemukiman elit modern.

Adakah Kawan GNFI yang merupakan warga Pluit?

baca juga

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Firda Aulia Rachmasari lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Firda Aulia Rachmasari.

FA
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.