desak made rita kusuma dewi - News | Good News From Indonesia 2026

Desak Made Rita Kusuma Dewi, Dari Pohon Mangga hingga Panggung Olimpiade Dunia

Desak Made Rita Kusuma Dewi, Dari Pohon Mangga hingga Panggung Olimpiade Dunia
images info

Desak Made Rita Kusuma Dewi, Dari Pohon Mangga hingga Panggung Dunia | Kemenpora


Gemerincing medali emas kembali mengiringi nama Desak Made Rita Kusuma Dewi yang sukses memecahkan rekor Asia dengan catatan waktu 6,062 detik pada nomor speed empat jalur putri di Asian Games 2026 Nagoya.

Kemenangannya membuktikan dominasi Desak Made Rita di dinding panjat tebing Indonesia dan Asia. Pencapaian luar biasa di panggung Jepang ini sendiri bukanlah sebuah kebetulan instan, melainkan buah dari perjalanan panjang, determinasi, serta konsistensi sejak ia pertama kali mencengkeram poin panjat saat masih anak-anak.

Bagi Kawan GNFI yang menyaksikan torehan waktu di bawah tujuh detik tersebut mungkin bertanya-tanya bagaimana seorang anak dari Pulau Dewata bisa berevolusi menjadi juara dunia panjat tebing 2023, menembus Olimpiade, hingga terus mempertahankan takhta di level Asia?

Mari kita tarik mundur ke titik nol kisah pembentukan atlet panjat tebing Desak Made Rita, jauh sebelum riuh penonton menyorakkan namanya.

baca juga

Semua Bermula dari Pohon Mangga dan Rambutan

Lahir pada 24 Januari 2001 di Buleleng, Bali, Desak tidak serta-merta dilahirkan di tengah fasilitas pelatihan yang lengkap dan elit. Dikutip dari wawancara Kumparan, perkenalan Desak Made Rita dengan aktivitas memanjat justru dimulai dari keseharian yang sederhana.

Sebelum mengenal lintasan speed climbing profesional, Desak kecil sangat gemar memanjat pohon mangga dan rambutan. Ia pun mengaku tidak merasa takut dengan aktivitas itu.

Ketertarikannya pada olahraga panjat tebing secara serius mulai terpantik berkat sosok bibinya, Desak Komang Mulia Astiti, yang lebih dulu berkecimpung di arena tersebut sebagai atlet. Berawal dari menemani sang bibi berlatih, Desak kemudian menemukan arena bermain baru yang menantang adrenalinnya dan pada saat usianya 8 tahun, Desak kemudian mencoba panjat tebing untuk pertama kalinya.

Dari Kompetisi Nasional, Namanya Mulai Menanjak

Transisi dari pemanjat muda menjadi atlet nasional dibangun lewat konsistensi prestasinya di level daerah. Loncatan awal dalam profil Desak Made Rita Kusuma Dewi tercatat pada ajang Kejurnas Speed World Record Youth dan Boulder Youth 2018 di Riau, di mana kerja kerasnya dalam berlatih membuahkan dua medali emas.

Momentum lain terjadi di Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021. Di ajang nasional tersebut, Desak kembali merebut medali emas, sebuah prestasi Desak Made Rita yang menuntunnya masuk ke Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas).

baca juga

Ketika Kecepatan Membawanya ke Panggung Asia

Masuk ke jajaran atlet nasional berarti harus siap menghadapi intensitas kompetisi yang lebih brutal dan kompetitif daripada sebelumnya. Desak Made Rita mulai menggebrak panggung Asia pada Kejuaraan Asia 2022 di Korea Selatan. Di ajang tersebut, ia sukses membawa pulang medali perak pada nomor speed putri.

Pencapaian di Korea Selatan menjadi tonggak penting yang menunjukkan bahwa dirinya mampu bersaing dengan nama-nama besar. Pertandingan demi pertandingan dimanfaatkan Desak sebagai arena menguji kekuatan fisik dan mental serta strategi.

Emas Asian Games yang Mengubah Namanya di Panggung Asia

Titik balik yang melambungkan nama Desak Made Rita Kusuma Dewi sebagai atlet panjat tebing Indonesia terjadi pada Asian Games Hangzhou 2022 yang pelaksanaannya digelar pada tahun 2023.

Tampil di bawah tekanan penonton untuk melawan jagoan tuan rumah, Deng Li Juan, Desak membuktikan ketangguhan mentalnya. Laporan resmi Kemenpora berbagi bahwa ia menyabet emas dengan torehan waktu memukau yakni 6,364 detik, unggul tipis dari Deng Li Juan yang membukukan 6,435 detik.

Lebih dari memenangkan final, Desak mempertontonkan hasil konsistensinya dengan mengalahkan rekornya sendiri. Sepanjang hari kompetisi, ia berturut-turut memecahkan rekor Asian Games atas namanya sendiri, mulai dari 6,6 detik di perempat final, menajam ke 6,5 detik, hingga di akhir berhasil mengunci angka 6,364 detik. Emas Asian Games pertama Desak Made Rita ini menjadi pemantik ekspektasi yang lebih besar di panggung dunia.

baca juga

2023, Tahun ketika Desak Menjadi Juara Dunia

Berbekal medali Asia, Desak terbang ke Eropa untuk mengukir sejarah. Pada Kejuaraan Dunia Panjat Tebing IFSC 2023 di Bern, Swiss, Desak Made Rita berhasil meraih titel baru sebagai juara dunia.

Di partai penentuan, ia menaklukkan atlet Amerika Serikat, Emma Hunt, dengan catatan waktu 6,49 detik melawan 6,67 detik. Posisi ketiga ditempati Alesandra Miroslaw, menjadikan kemenangan Desak ini kejutan yang mendobrak dominasi Polandia di nomor speed putri.

Gelar dunia ini tak hanya mempertegas reputasinya, tetapi juga menjadi tiket otomatis menuju kompetisi kelas dunia di Paris. Dalam keterangan resmi Kemenpora, Desak Made Rita Kusuma Dewi menjelaskan bahwa tampil di Olimpiade Paris merupakan mimpinya sejak masuk ke Pelatnas.

"Akhirnya mimpi bisa main di Olimpiade Paris ini bisa terwujud. Sangat bersyukur. Memang saat saya masuk ke Pelatnas itu, saya punya mimpi."

Dari Gelar Dunia ke Dinding Olimpiade Paris

Membawa predikat juara ke arena olahraga terbesar tentu menuntut ketahanan mental yang jauh berbeda dari sebelumnya. Meski begitu, pada debutnya di Paris, Desak Made Rita berhasil menembus babak perempat final nomor speed putri dan menempati posisi keenam secara keseluruhan.

Di babak seeding heat, ia mengamankan posisinya dengan waktu 6,45 detik. Di babak heat eliminasi, Desak bahkan mempertajam waktunya menjadi 6,38 detik saat menyingkirkan wakil Amerika Serikat, Piper Kelly. Pengalaman di dinding Paris ini menjadi kenangan berharga sekaligus bahan bakar untuk mematangkan ambisinya saat menghadapi kompetisi berikutnya.

baca juga

Menjaga Konsistensi, Bukan Sekadar Mengandalkan Satu Kemenangan

Bagi seorang atlet profesional, mempertahankan posisi jauh lebih sulit daripada sekadar merebutnya sekali. Periode 2025-2026 menandai konsistensi kompetisi yang luar biasa pada diri Desak.

Ia membuktikan kelasnya dengan rentetan kemenangan solid, termasuk meraih emas di IFSC World Cup Krakow 2025, perak di IFSC World Cup Chamonix 2025, hingga perolehan emas lain di World Climbing Asia Championship Meishan 2026, World Climbing Series Chamonix 2026 di Chamonix, dan World Climbing Series Krakow 2026.

Data pertandingan memperlihatkan bahwa atlet top pun memang tidak selamanya memenangkan seluruh turnamen yang ia sambangi, tetapi konsistensi Desak yang selalu mencoba mengisi pengalaman dalam berlaga memperlihatkan etos kerjanya yang menolak berpuas diri.

Asian Games 2026 dan Rekor yang Kembali Ditorehkannya

Desak Made Rita Kusuma Dewi, Dari Pohon Mangga hingga Emas Asian Games 2026 | Kemenpora
info gambar

Desak Made Rita Kusuma Dewi, Dari Pohon Mangga hingga Medali Emas Asian Games 2026 | Kemenpora


Milestone kembali tercipta ketika kata kunci Desak Made Rita Asian Games 2026 bersanding dan menjadi tajuk utama pemberitaan olahraga.

Bertanding di Nagoya, Jepang, Desak sukses mempertahankan takhtanya dengan merebut emas nomor speed empat jalur putri. Catatan waktu 6,062 detik yang dicetaknya di panggung tersebut berhasil memecahkan rekor Asia miliknya sebelumnya (6,07 detik di Meishan) sekaligus memperbarui rekor Asian Games (6,52 detik di Hangzhou).

Dikutip dari laman resmi FPTI, pencapaian ini menegaskan kontinuitasnya. “Emas Asian Games ini memiliki arti tersendiri, yaitu sebagai batu loncatan menuju Olimpiade,” tegas Desak, sebuah pernyataan yang merangkum rasa haus akan prestasi yang belum padam.

“Emas Asian Games ini memiliki arti tersendiri, yaitu sebagai batu loncatan menuju Olimpiade." - Desak Made Rita Kusuma Dewi.

Jejak Prestasi Desak Made Rita Kusuma Dewi

Dari catatan resmi organisasi IFC, saat ini terpantau Desak Made berhasil mengamankan posisinya di urutan kedua Women's Speed Top 5 dunia, bersaing ketat dengan Emma Hunt asal Amerika Serikat.

Adapun berikut rangkuman dari beberapa pencapaian Desak Made Rita yang mendefinisikan kariernya:

TahunKompetisiPeringkat
2021PON XX Papua1
2022Kejuaraan Asia2
2023Asian Games Hangzhou 20221
2023Kejuaraan Dunia IFSC Bern1
2024Olimpiade Paris6
2025IFSC World Cup Krakow1
2025IFSC World Cup Chamonix2
2026World Climbing Asia Championship Meishan1
2026World Climbing Series Chamonix 20261
2026World Climbing Series Krakow 20261
2026World Climbing Series Comunidad de Madrid 20269
2026World Climbing Series Wujiang 20263
2026Asian Beach Games Sanya 20265
2026Asian Games Aichi-Nagoya1

Lebih dari Sekadar Seberapa Cepat Ia Memanjat

Di balik rekor waktu dan medali yang terkalung di lehernya, kehadiran sosok Desak Made Rita mendobrak stereotip yang membatasi ambisi perempuan, menunjukkan bahwa ruang untuk memimpin dan mendominasi di kancah global terbuka lebar bagi mereka yang berani melangkah melampaui batas lelahnya.

Perjalanannya dari anak pesisir yang memanjat pohon di Buleleng menjadi ratu tebing vertikal Asia adalah refleksi dari daya juang yang konsisten. Desak bukan sekadar memanjat untuk mengalahkan lawannya, ia terus memanjat untuk berkembang menjadi versinya yang lebih baik dibanding hari kemarin.

Ingin terus memperluas wawasan dan menyelami berbagai kisah menginspirasi seputar pencapaian talenta Nusantara? Kawan GNFI bisa menemukan dan membaca ragam artikel ulasan mendalam lainnya hanya di portal Good News From Indonesia.

baca juga

 

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Allicia Dhea lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Allicia Dhea.

AD
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.