veda ega dan motor balapnya yang melaju dari parkiran pasar hewan gunungkidul menuju moto3 - News | Good News From Indonesia 2026

Veda Ega & Motor Balapnya yang Melaju dari Parkiran Pasar Hewan Gunungkidul Menuju Moto3

Veda Ega & Motor Balapnya yang Melaju dari Parkiran Pasar Hewan Gunungkidul Menuju Moto3
images info

Pembalap Moto3 asal Indonesia, Veda Ega | Instagram veda_54


MotoGP Mandalika 2026 bukan hanya panggungnya pembalap asing. Di antara para pembalap dari berbagai negara yang ikut serta, ada Veda Ega Pratama yang mewakili Indonesia di kelas Moto3.

Veda Ega memang belum tampil di MotoGP yang merupakan kelas utama ajang balap motor paling beken sedunia itu. Akan tetapi, ia membuktikan bahwa Indonesia patut diperhitungkan. Buktinya, dalam main race Moto3 yang diadakan di Sirkuit Mandalika, Nusa Tenggara Barat, pada Minggu, 11 Oktober 2026, ia mampu finis di posisi enam. Ia mencatatkan waktu yang berselisih 12,017 detik dari pemenang balapan, Maximo Quiles.

Tampil di ajang sekelas Moto3 tentu saja bukan kesempatan yang datang begitu saja. Bagi Veda Ega, Moto3 adalah buah dari kerja kerasnya. Bukan pula setahun atau dua tahun ia berjuang. Sejak anak-anak, Veda sudah menempa diri di atas motor.

Parkiran pasar jadi saksi bagaimana Veda berusaha mengejar mimpi. Ya, saat masih anak-anak ia diketahui berlatih mengendarai minibike di Pasar Hewan Siyono Harjo. Ya, tempat jual beli hewan ternak di Gunungkidul yang merupakan daerah asal Veda itulah tempatnya mengasah bakat.

Di bawah bimbingan sang ayah, Sudarmono yang juga mantan pembalap motor nasional, serta dukungan keluarganya, Veda terus berlatih hingga sempat mencicipi kompetisi road race nasional pada 2018 dan mulai go international pada 2021 dengan berkompetisi di tingkat Asia.

β€œOrang tua saya semuanya mendukung,” ujar Veda.

Salah satu momen penting dalam karier Veda adalah saat ia tampil sebagai salah satu pembalap paling cemerlang di ajang Asia Talent Cup 2023. Dalam ajang yang dikenal sebagai tempat berkumpulnya para pembalap muda berbakat tersebut, ia begitu mendominasi. Dari 12 balapan, Veda berhasil mengemas sembilan kemenangan.

Veda resmi jadi pembalap Indonesia pertama yang berhasil menjuarai ajang balap junior tingkat Asia. Padahal, tiga tahun sebelumnya ia sempat amat resah akan masa depannya. Pandemi Covid-19 membuat kompetisi balap mendadak ditiadakan sehingga Veda merasa kariernya terancam. Parahnya lagi, ia juga menderita patah tulang paha dan tulang kering.

Pembalap Moto3 asal Indonesia, Veda Ega | Instagram veda_54

β€œDi situ aku sudah seperti berpikir tidak bisa balap,” kenangnya.

Singkat cerita, pandemi berlalu dan cedera sembuh. Veda kembali menata karier balapnya yang berantakan. Dari Asia Talent Cup 2023, ia pun mendapati adanya pintu-pintu kesempatan lain yang terbuka untuk naik level. Veda mendapat tiket untuk berlaga di Red Bull MotoGP Rookies Cup dan FIM JuniorGP di Eropa.

Di Benua Biru, performa Veda Ega cukup apik kala berkompetisi di Red Bull MotoGP Rookies Cup dengan meraih tiga kemenangan. Posisi runner-up lewat raihan 181 poin dan koleksi enam podium berhasil didapat, ditambah pula dengan bonus penghargaan dalam FIM MotoGP Awards di Valencia.

Pada 2025, tibalah babak baru dalam karier Veda: bergabung dengan Honda Team Asia. Tahun berikutnya, pria kelahiran 23 November 2008 itu menorehkan debutnya di Moto3. Musim pertamanya pun terbilang manis di mana sejauh ini sudah dua kali naik podium. Adapun podium perdananya di ajang Moto3 terjadi pada Minggu, 22 Maret 2026 di seri Moto3 Brasil yang digelar di AutΓ³dromo Internacional Ayrton Senna di mana ia finis di posisi ketiga. Kemudian, ia kembali naik podium saat finis ketiga di Moto3 Prancis 2026 pada Minggu, 10 Mei 2026 di Sirkuit Bugatti, Le Mans.

Keberhasilan Veda sudah tentu mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional. Namanya tercatat sebagai pembalap Indonesia pertama yang sanggup berdiri di podium Grand Prix.

Di balik itu semua, Veda mengorbankan masa mudanya yang tidak dijalani sebagaimana anak-anak pada umumnya. Untuk urusan sekolah saja, ia lebih banyak belajar secara daring di sela-sela kesibukannya berlatih.

β€œTidak bisa seperti murid-murid atau anak muda lainnya. Kita jarang masuk sekolah, lebih banyak online,” ujarnya.

Kini, Veda sudah berada di tengah sengitnya persaingan di Moto3 dan manisnya naik podium Grand Prix. Meski demikian, hal itu belum membuatnya puas. Ia justru masih mempertanyakan kemampuannya untuk mencapai target tertinggi.

β€œPastinya ada dan sampai sekarang pun masih bertanya-tanya kepada diri sendiri, apakah bisa,” kata Veda.

β€œItu mimpi saya. Jadi saya akan berusaha semaksimal mungkin dan kalau memang bisa, ya Alhamdulillah,” pungkasnya.

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Aulli Atmam lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Aulli Atmam.

AA
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.