tim 20 tep ui gandeng bpom dorong hilirisasi minyak kayu lawang papua barat naik kelas - News | Good News From Indonesia 2026

Tim 20 TEP UI Gandeng BPOM, Dorong Hilirisasi Minyak Kayu Lawang Papua Barat Naik Kelas

Tim 20 TEP UI Gandeng BPOM, Dorong Hilirisasi Minyak Kayu Lawang Papua Barat Naik Kelas
images info

Tim 20 Ekspedisi Patriot Universitas Indonesia (TEP UI) menggandeng BPOM Manokwari untuk mendorong hilirisasi minyak kayu lawang di Papua Barat.


Potensi minyak kayu lawang di kawasan Werianggi–Werabur, Papua Barat, terus didorong agar mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Melalui kolaborasi dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Manokwari, Tim 20 Ekspedisi Patriot Universitas Indonesia (TEP UI) melakukan pendampingan kepada penyuling dan peninjauan kesiapan rumah produksi sebagai bagian dari upaya mengembangkan hilirisasi minyak kayu lawang menuju produk bernilai tambah, termasuk produk farmasi sesuai dengan persyaratan yang berlaku.

Kegiatan ini menjadi langkah penting untuk memperkuat kesiapan pelaku usaha lokal dalam meningkatkan kualitas produksi, memahami ketentuan perizinan, dan mempersiapkan usaha agar dapat berkembang secara berkelanjutan.

Tidak hanya berfokus pada potensi bahan alam, pendampingan ini juga menempatkan kesiapan masyarakat dan fasilitas produksi sebagai bagian penting dalam membangun usaha yang mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

Bagi masyarakat, minyak kayu lawang bukan sekadar hasil pengolahan sumber daya alam. Komoditas ini telah menjadi bagian dari pengetahuan tradisional sekaligus sumber penghasilan bagi penyuling lokal.

baca juga

Melalui pendampingan yang tepat, potensi tersebut diharapkan dapat dikembangkan menjadi produk yang memiliki mutu lebih terjaga dan nilai ekonomi yang lebih tinggi.

Kayu lawang merupakan salah satu potensi hasil hutan yang dimanfaatkan masyarakat di kawasan Werianggi–Werabur. Bagian kulit kayunya diolah melalui proses penyulingan untuk menghasilkan minyak kayu lawang atau minyak atsiri.

Selama ini, pengolahan masih dilakukan secara tradisional dengan peralatan sederhana dan mengandalkan keterampilan yang berkembang di masyarakat.

Minyak yang dihasilkan umumnya dipasarkan sebagai bahan mentah kepada pembeli atau pengepul. Pola pemasaran tersebut memberikan penghasilan bagi penyuling, tetapi peluang untuk meningkatkan nilai jual melalui pengembangan produk turunan masih perlu diperkuat.

baca juga

Mereka juga membutuhkan dukungan untuk meningkatkan kualitas pengolahan, memperbaiki tata kelola usaha, dan memenuhi persyaratan yang dibutuhkan untuk memasuki pasar yang lebih luas.

Ketua Tim 20 TEP UI, Tri Wahyuni, Ph.D., mendorong agar pengembangan kayu lawang dilakukan melalui pendekatan hilirisasi.

Upaya ini diarahkan untuk menghubungkan potensi sumber daya alam lokal dengan penelitian, pengujian, pengembangan produk, dan peluang kerja sama dengan industri.

Langkah tersebut mendorong agar komoditas ini tidak hanya dipasarkan sebagai bahan mentah. Namun, juga memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi produk turunan bernilai tambah dengan memperhatikan mutu, keamanan, dan ketentuan yang berlaku.

baca juga

Bagi Tim 20 TEP UI, hilirisasi bukan sekadar mengubah bahan mentah menjadi produk jadi. Proses tersebut juga mencakup penguatan kapasitas masyarakat, peningkatan kualitas produksi, pengembangan jaringan pemasaran, serta pembukaan peluang kemitraan dengan berbagai pihak.

Melalui pendekatan tersebut, manfaat ekonomi dari pengembangan kayu lawang diharapkan tidak hanya dirasakan oleh pelaku usaha di bagian hilir, tetapi juga oleh masyarakat yang terlibat dalam penyediaan bahan baku dan proses penyulingan.

Salah satu tahapan penting dalam pengembangan minyak kayu lawang adalah memastikan bahwa pelaku usaha memahami persyaratan produksi dan perizinan sesuai dengan kategori produk yang akan dipasarkan.

Atas dasar itu, Tim 20 TEP UI menggandeng BPOM Manokwari dalam kegiatan kunjungan dan pendampingan di kawasan Werianggi–Werabur. Aktivitas tersebut diarahkan untuk memberikan pemahaman mengenai kesiapan rumah produksi, proses pengolahan, dan berbagai aspek yang perlu diperhatikan dalam mempersiapkan usaha menuju standar produksi yang sesuai dengan ketentuan.

baca juga

TIM 20 TEP UI Bersama BPOM Manokwari Meninjau Denah lokasi Rumah Produksi Minyak Kayu Lawang kampung Tamoge Papua barat oleh Muhammad Reza
info gambar

TIM 20 TEP UI Bersama BPOM Manokwari Meninjau Denah lokasi Rumah Produksi Minyak Kayu Lawang kampung Tamoge Papua barat oleh Muhammad Reza


Pimpinan BPOM Manokwari, Agustince Werimon, S. Farm., Apt., turut menjadi narasumber penting dalam upaya meningkatkan pemahaman pelaku usaha mengenai persyaratan produksi dan perizinan.

Pendampingan ini diharapkan membantu penyuling mengenali kondisi usaha mereka saat ini, memahami aspek yang masih perlu dibenahi, serta menentukan langkah perbaikan secara bertahap.

“Pendampingan kepada pelaku usaha menjadi langkah penting untuk meningkatkan pemahaman mengenai persyaratan produksi, mutu, keamanan, dan perizinan. Kesiapan rumah produksi serta proses pengolahan perlu diperhatikan agar produk yang dikembangkan dapat memenuhi ketentuan sesuai kategori dan jalur perizinannya,” ungkapnya pada Selasa, 13 Oktober 2026.

Melalui kolaborasi tersebut, penyuling diharapkan memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai tahapan yang perlu dipersiapkan sebelum produk dapat diedarkan secara legal. Pendampingan juga membuka ruang komunikasi antara masyarakat, tim pendamping, dan pihak regulator mengenai kebutuhan pengembangan usaha.

baca juga

Dengan demikian, pelaku usaha dapat memahami bahwa peningkatan usaha bisnis harus beriringan dengan peningkatan mutu dan kepatuhan terhadap regulasi.

Dalam rencana pengembangan menuju produk farmasi, kesiapan fasilitas produksi menjadi perhatian utama. Rumah produksi tidak hanya berfungsi sebagai tempat mengolah bahan baku, tetapi juga menjadi bagian dari sistem yang menentukan konsistensi mutu dan keamanan produk.

Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) merupakan standar yang berkaitan dengan pembuatan obat. Penerapan standar dan jalur perizinan ini yang menjadi aspek penting dalam meningkatkan kualitas mutu serta mendapat perizinan produk lebih luas.

Selain fasilitas fisik, kesiapan sumber daya manusia juga penting. Pelaku usaha perlu memahami prosedur kerja, menjaga konsistensi proses, serta memiliki dokumentasi yang memadai agar kegiatan produksi dapat ditelusuri dan dievaluasi.

baca juga

Pendampingan bersama BPOM Manokwari diharapkan membantu masyarakat memahami aspek-aspek tersebut berdasarkan kebutuhan produk yang direncanakan. Dengan pendampingan yang tepat, pelaku usaha dapat menentukan prioritas perbaikan dan menyiapkan tahapan pengembangan yang realistis.

Tim 20 TEP UI berupaya menjembatani kebutuhan tersebut dengan menghubungkan potensi lokal dan pihak yang dapat mendukung pengembangan usaha. Kolaborasi dengan BPOM Manokwari menjadi salah satu bagian dari upaya membangun pemahaman mengenai mutu dan perizinan.

Hilirisasi minyak kayu lawang membuka peluang pengembangan produk turunan dengan nilai ekonomi lebih tinggi. Namun, setiap pengembangan harus didasarkan pada karakteristik bahan baku, hasil pengujian, keamanan produk, dan ketentuan perizinan yang sesuai.

Nantinya bagi kawasan Werianggi–Werabur, peluang tersebut dapat menjadi pendorong bagi penguatan ekonomi lokal. Dengan peningkatan nilai tambah, masyarakat berpeluang memperoleh manfaat yang lebih besar dari komoditas yang telah mereka olah selama ini.

baca juga

Melalui kolaborasi bersama BPOM Manokwari, minyak kayu lawang diharapkan memiliki jalan pengembangan yang lebih terarah, mulai dari penguatan produksi tradisional hingga penjajakan hilirisasi produk bernilai tambah.

Dengan tahapan yang tepat dan keterlibatan masyarakat sebagai pelaku utama, potensi kayu lawang Werabur dapat menjadi salah satu peluang penguatan ekonomi lokal Papua Barat sekaligus membuka jalan menuju pasar yang lebih luas.

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

MR
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.