jangan tunggu sakit begini cara menjaga gigi anak agar tumbuh rapi hingga dewasa - News | Good News From Indonesia 2026

Jangan Tunggu Sakit, Begini Cara Menjaga Gigi Anak agar Tumbuh Rapi hingga Dewasa

Jangan Tunggu Sakit, Begini Cara Menjaga Gigi Anak agar Tumbuh Rapi hingga Dewasa
images info

Smile Bus FDC Dental Clinic


Gigi susu pada anak sering dianggap hanya sebagai gigi sementara yang nantinya akan tanggal dan digantikan gigi permanen. Padahal, keberadaan gigi susu memiliki peran penting dalam membantu gigi permanen tumbuh pada posisi yang semestinya. Jika gigi susu rusak atau tanggal terlalu dini, proses pertumbuhan gigi berikutnya dapat terganggu.

Dokter gigi FDC Dental Clinic, drg. Petty Agnes, menjelaskan bahwa gigi anak mulai tumbuh sejak sekitar usia enam bulan. Seluruh gigi susu umumnya telah tumbuh pada sekitar usia dua tahun, meski waktunya dapat berbeda pada setiap anak.

Memasuki usia sekitar enam tahun, anak mulai memasuki fase pertumbuhan gigi permanen. Pada periode ini, orang tua perlu lebih memperhatikan kondisi gigi anak karena beberapa gigi permanen pertama kerap disangka masih merupakan gigi susu.

“Pada saat enam tahun itu ada mulai gigi permanen pertama tumbuh. Nah, itu biasanya sering abai oleh orang tua, dikira masih gigi susu. Jadi memang lebih dari 80 persen gigi geraham pertama itu berlubang,” kata drg. Petty saat ditemui GNFI, Jumat (2/10).

baca juga

Menurutnya, gigi susu berfungsi sebagai guiding atau penuntun bagi gigi permanen yang akan tumbuh. Karena itu, kerusakan hingga kehilangan gigi susu terlalu dini dapat membuat ruang tumbuh gigi permanen berubah.

“Gigi susu itu penting sebagai guiding gigi dewasa untuk tumbuh. Kalau guiding-nya sudah tidak ada, gigi permanennya itu akan mencari di mana seharusnya saya tumbuh,” ujar drg. Petty.

Kehilangan Ruang Bisa Memicu Gigi Berjejal

Gangguan pertumbuhan gigi juga berkaitan dengan kesesuaian antara lengkung gigi dan lengkung rahang. Ketika ruang yang tersedia tidak sesuai dengan ukuran gigi permanen, susunan gigi dapat menjadi tidak teratur.

baca juga

Drg. Petty mencontohkan kondisi ketika lengkung rahang relatif kecil sementara ukuran gigi lebih besar. Kondisi tersebut dapat menyebabkan gigi tumbuh berdesakan. Sebaliknya, rahang yang lebih lebar dengan ukuran gigi yang relatif kecil dapat membuat gigi tampak renggang.

“Kalau misalnya lengkung rahangnya kecil, giginya lebar-lebar, itu otomatis jadinya berjejal giginya atau sering kita lihat kayak gingsul,” jelasnya.

Fase pertumbuhan gigi campuran, yakni ketika gigi susu dan gigi permanen berada secara bersamaan di dalam rongga mulut, menjadi periode yang perlu mendapatkan perhatian. Menurut drg. Petty, pemeriksaan sejak gigi permanen mulai tumbuh dapat membantu dokter memantau perkembangan susunan gigi dan rahang anak.

Ia juga mengingatkan orang tua agar tidak menunggu hingga anak mengalami sakit gigi untuk memeriksakannya. Pemeriksaan dapat dilakukan secara berkala, termasuk setiap enam bulan, sehingga masalah dapat diketahui ketika masih berada pada tahap awal.

baca juga

“Jadi sedini mungkin diperiksakan ke dokter, dibawa aja ke klinik, jangan dibawa ke klinik pada saat sudah mulai ada keluhan,” katanya.

Kebersihan Gigi Anak Dimulai dari Pengawasan Orang Tua

Selain posisi dan pertumbuhan gigi, kebersihan rongga mulut menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan gigi anak. Drg. Petty menyarankan anak dibiasakan menyikat gigi dua kali sehari selama sekitar dua menit.

Pada anak berusia di bawah lima tahun, kemampuan motorik untuk membersihkan seluruh permukaan gigi biasanya masih berkembang. Karena itu, orang tua perlu membantu sekaligus mengawasi proses menyikat gigi.

baca juga

“Motornya kan belum bagus. Jadi pada saat anak-anak itu sudah menyikat giginya, dikatakan sudah, tapi ternyata belum selesai pembersihannya. Nah, itu perlu dikontroling oleh orang tuanya,” ujar drg. Petty.

Perawatan tersebut menjadi semakin penting ketika anak memasuki periode gigi campuran. Ia menyebut masih ada orang dewasa yang memiliki sisa akar gigi susu karena permasalahan pada masa pertumbuhan sebelumnya tidak ditangani.

Teknologi dan Layanan Bergerak untuk Deteksi Lebih Awal

Upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pemeriksaan gigi juga dilakukan FDC Dental Clinic melalui pengembangan layanan bergerak. Dalam FDC Media Gathering 2026 di Jakarta, FDC memperkenalkan kembali FDC Smile Bus yang dilengkapi dental chair dan perangkat medis untuk membawa layanan pemeriksaan gigi lebih dekat kepada masyarakat.

baca juga

Bus tersebut juga menggunakan FDC Tooth Analyzer, teknologi berbasis kecerdasan buatan atau AI yang membantu memberikan analisis awal mengenai kondisi gigi dan kebutuhan perawatan. Hasil analisis tersebut menjadi informasi pendukung, sedangkan diagnosis dan keputusan medis tetap dilakukan oleh dokter gigi.

Founder & CEO FDC Dental Clinic, drg. Ita Lestari, MARS, mengatakan teknologi digunakan untuk membuat masyarakat lebih mudah mengenali kondisi kesehatan gigi sejak awal.

“Teknologi memiliki nilai kebermanfaatan ketika membuat pengalaman pasien menjadi lebih mudah, cepat dan informatif. Melalui Smile Bus dan Tooth Analyzer, kami ingin memperpendek jarak masyarakat dengan layanan kesehatan gigi, membantu pasien mengenali kondisi gigi lebih awal, lalu mendapatkan rekomendasi yang tepat dari tenaga medis,” kata drg. Ita.

Menurutnya, Smile Bus tidak dimaksudkan untuk menggantikan fungsi klinik, tetapi menjadi perpanjangan akses layanan kesehatan gigi. Layanan tersebut dapat menjangkau perusahaan, komunitas, institusi pendidikan hingga masyarakat yang memiliki keterbatasan akses.

baca juga

“Smile Bus bukan dimaksudkan untuk menggantikan klinik. Model ini menjadi perpanjangan akses yang membawa layanan lebih dekat kepada masyarakat dan, ketika dibutuhkan, menghubungkannya dengan pelayanan lanjutan oleh dokter dan jaringan klinik FDC,” tambah drg. Ita.

Saat ini, jaringan FDC Dental Clinic telah berkembang menjadi lebih dari 70 klinik di Indonesia. Pengembangan layanan bergerak dan teknologi tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses pemeriksaan sekaligus mendorong kebiasaan masyarakat untuk memeriksakan gigi sebelum muncul keluhan.

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Firdarainy Nuril Izzah lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Firdarainy Nuril Izzah.

FN
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.