ecobrick jadi daya tarik di factory insight marifood semarang - News | Good News From Indonesia 2026

Ecobrick Jadi Daya Tarik di Factory Insight Marifood Semarang

Ecobrick Jadi Daya Tarik di Factory Insight Marifood Semarang
images info

Dokumentasi Pribadi


Bersama Kawan GNFI, saya berkesempatan menghadiri acara β€œBerKawan Company – Factory Insight: Melihat Produksi Marifood Semarang dari Dekat” pada Rabu, 14 Oktober 2026. Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai ini bertempat di PT Marimas Putera Kencana, Semarang. Melalui kegiatan tersebut, peserta mendapatkan kesempatan untuk mengenal perusahaan lebih dekat, melihat proses produksi secara langsung, sekaligus mengetahui berbagai inisiatif yang dilakukan perusahaan, termasuk dalam pengelolaan sampah plastik.

Acara diawali dengan paparan singkat mengenai profil perusahaan. Selanjutnya, peserta diajak berkeliling pabrik untuk melihat secara langsung proses produksi Marimas, mulai dari tahapan pengolahan hingga pengemasan produk.

Setelah berkeliling pabrik, perjalanan dilanjutkan ke area Marimazania. Area ini memiliki sejumlah fasilitas dan tampilan menarik, mulai dari contoh mesin pengemas permen hingga beberapa photobooth yang dapat digunakan peserta untuk mengabadikan momen kunjungan. Namun, salah satu hal yang paling menarik perhatian saya adalah display ecobrickyang memperlihatkan bagaimana sampah plastik dapat dimanfaatkan kembali menjadi benda yang memiliki nilai guna.

Ecobrick: Mengubah Sampah Plastik Menjadi Sesuatu yang Bermanfaat

Ecobrick merupakan bata ramah lingkungan yang dibuat dengan memanfaatkan botol plastik bekas yang diisi dan dipadatkan menggunakan sampah plastik yang bersih dan kering. Salah satu ukuran botol yang umum digunakan adalah botol berkapasitas 600 ml, dengan berat isian plastik minimal 200 gram sesuai ketentuan yang digunakan dalam program ini.

baca juga

Konsep ecobrick cukup sederhana, tetapi penerapannya membutuhkan ketelitian. Sampah plastik yang digunakan perlu dipastikan bersih dan kering sebelum dimasukkan ke dalam botol. Plastik kemudian dipadatkan hingga mencapai berat yang ditentukan. Dengan cara tersebut, sampah plastik yang semula berpotensi menjadi limbah dapat dikumpulkan dan dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan, misalnya sebagai bahan pembuatan furnitur sederhana sesuai rancangan dan standar penggunaannya.

Menurut penutur di Marimazania, PT Marimas Putera Kencana telah memulai program ecobrick sejak 2017. Sampah plastik yang dimanfaatkan dalam program tersebut berasal dari kemasan reject yang dihasilkan saat proses awal penyetelan mesin. Selain itu, perusahaan juga menjalankan program β€œTukar Bungkus Kosong dari Pedagang”. Melalui program ini, bungkus kosong yang terkumpul dapat ditukarkan dengan produk Marimas atau berbagai hadiah menarik, sesuai ketentuan periode program dan kebijakan wilayah setempat. Inisiatif ini menjadi salah satu upaya untuk memanfaatkan sampah kemasan plastik sekaligus mendorong keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan sampah.

Taman Ecobrick untuk Ruang Terbuka Hijau dan Edukasi

Penutur Marimazania juga mengungkapkan bahwa pada tahun 2021 PT Marimas Putera Kencana telah berkolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Semarang untuk membuat taman ecobrick yang memanfaatkan sebanyak 20.000 ecobrick.

Kehadiran taman ini memperlihatkan bahwa ecobrick tidak hanya dapat ditampilkan sebagai produk hasil pengolahan sampah, tetapi juga bisa dimanfaatkan dalam penataan ruang. Selain berfungsi sebagai ruang terbuka hijau, taman ecobrick menjadi sarana edukasi bagi masyarakat untuk mengenal alternatif pemanfaatan sampah plastik.

baca juga

Melalui taman tersebut, masyarakat dapat melihat secara langsung bahwa pengelolaan sampah dapat diwujudkan dalam bentuk yang lebih konkret. Sampah yang telah dikumpulkan dan diolah bisa menjadi bagian dari fasilitas yang dapat dilihat oleh banyak orang. Dengan demikian, edukasi lingkungan tidak hanya disampaikan melalui informasi atau imbauan, tetapi juga melalui contoh penerapan yang bisa diamati secara langsung.

Belajar tentang Lingkungan dari Kunjungan Pabrik

Bagi saya, pengalaman mengikuti Factory Insight Marimas Semarang bukan sekadar kesempatan untuk melihat proses produksi dari dekat. Kegiatan ini juga memberikan wawasan mengenai upaya pemanfaatan sampah plastik yang dilakukan perusahaan melalui program ecobrick dan kegiatan pengumpulan bungkus kosong.

Keberadaan ecobrick menjadi pengingat bahwa sampah plastik perlu dikelola secara lebih bertanggung jawab. Material yang sering dianggap tidak berguna masih memiliki peluang untuk dimanfaatkan kembali apabila dikumpulkan, dipilah, dan diolah dengan cara yang tepat. Inisiatif semacam ini juga menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat dimulai dari langkah sederhana dan dikembangkan melalui program yang melibatkan lebih banyak pihak.

Pengalaman ini membuat saya melihat bahwa kunjungan ke sebuah perusahaan dapat memberikan pelajaran yang lebih luas daripada sekadar mengenal produk dan proses pembuatannya. Di balik aktivitas produksi, terdapat berbagai aspek lain yang menarik untuk dipelajari, termasuk bagaimana perusahaan mengelola sisa material dan membangun keterlibatan masyarakat dalam program lingkungan.

baca juga

Pada akhirnya, kegiatan Factory Insight bersama Kawan GNFI menjadi pengalaman yang mempertemukan pengetahuan tentang proses industri dengan pembelajaran mengenai pengelolaan sampah. Melalui kunjungan ini, saya mendapatkan gambaran tentang bagaimana inovasi, edukasi, dan kolaborasi dapat berperan dalam mendorong pemanfaatan sampah plastik secara lebih bertanggung jawab.

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

DP
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.