Sebanyak 15 anak PAUD Canthel mengikuti kegiatan pengenalan numerasi melalui media inovatif "Pixel Numeracy" yang digagas mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Kamis (3/9/2026).
Kegiatan ini merupakan program kerja individu yang dirancang untuk menjawab tantangan rendahnya stimulasi numerasi pada anak usia dini. Berbeda dari metode pengenalan angka konvensional, Pixel Numeracy mengajak anak belajar lewat aktivitas visual: mewarnai kotak-kotak dalam sebuah matriks piksel sesuai kode angka yang tertera, hingga membentuk gambar utuh berbentuk bebek.
Program ini dilaksanakan di PAUD Canthel pada Kamis, 3 September 2026, dengan melibatkan 15 anak usia dini sebagai peserta. PAUD Canthel dipilih sebagai lokasi sasaran karena selama ini pengenalan angka kepada anak masih banyak dilakukan secara konvensional, sehingga dibutuhkan pendekatan visual yang lebih interaktif untuk menstimulasi pemahaman numerasi anak sejak dini.
Menurut pengamatan tim pelaksana, anak usia dini berada pada tahap perkembangan kognitif yang lebih optimal distimulasi melalui warna, pola, dan aktivitas konkret dibandingkan pembelajaran abstrak semata. Pengenalan angka yang hanya mengandalkan hafalan berisiko membuat anak cepat merasa bosan dan kurang terlibat aktif dalam proses belajar, sehingga dibutuhkan pendekatan alternatif yang mampu menggabungkan unsur edukatif dan rekreatif sekaligus.
Penanggung jawab program, Efinda Maulia Anugrah Widi Pratami, mahasiswa Program Studi Matematika UNY, mengatakan program ini dirancang untuk menjawab kebutuhan tersebut melalui media yang memadukan pengenalan angka dengan aktivitas mewarnai. "Media Pixel Numeracy ini berbentuk matriks piksel yang setiap kotaknya diberi kode angka, misalnya angka 1 untuk warna kuning dan angka 2 untuk warna merah. Anak-anak diminta mencocokkan kode tersebut dengan warna krayon yang tepat, sehingga mereka belajar mengenali angka sekaligus melatih motorik halus melalui kegiatan mewarnai," jelas Efinda.
Pelaksanaan kegiatan diawali dengan sosialisasi singkat mengenai cara membaca kode angka dan mencocokkannya dengan warna, dilanjutkan dengan praktik mewarnai lembar kerja secara mandiri dengan pendampingan tim KKN. Setiap anak didampingi hingga menyelesaikan pola sesuai kemampuan dan kecepatan belajar masing-masing, mengingat rentang fokus anak usia dini yang bervariasi antarindividu.
Hasil karya seluruh peserta kemudian dikumpulkan dan dianalisis tingkat ketepatannya menggunakan pendekatan statistik deskriptif, dengan membandingkan jumlah kotak yang diwarnai sesuai kode terhadap total 139 kotak berkode pada template. Hasil analisis menunjukkan rata-rata ketepatan pengerjaan mencapai 60,3 persen, dengan sebagian anak menyelesaikan pola secara sangat tepat dan sebagian lainnya masih memerlukan pendampingan lanjutan.
Pendidik PAUD Canthel, Supriyanti, menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan pengalaman belajar baru bagi anak-anak. "Anak-anak terlihat lebih antusias belajar mengenal angka lewat mewarnai dibandingkan cara biasa. Beberapa anak bahkan bisa menyelesaikan pola dengan sangat rapi," ungkapnya.
Keberlanjutan program diarahkan melalui rekomendasi kepada pihak PAUD Canthel agar menerapkan aktivitas serupa secara berkala, dengan tingkat kesulitan pola yang disesuaikan secara bertahap sesuai perkembangan kemampuan anak. Dengan demikian, seluruh anak diharapkan memperoleh kesempatan yang lebih merata dalam mencapai pemahaman numerasi awal yang optimal, tidak hanya sebatas kegiatan satu kali.
Kegiatan ini menjadi salah satu wujud kontribusi mahasiswa dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), yaitu SDG 4 melalui penguatan akses terhadap pendidikan dan pengasuhan anak usia dini yang berkualitas. Melalui program ini, mahasiswa KKN UNY menegaskan kontribusi nyata dalam mengimplementasikan ilmu pengetahuan untuk mendukung penguatan numerasi anak usia dini sekaligus mendorong inovasi media pembelajaran yang berkelanjutan di lingkungan PAUD.

