rahasia sukses peternak hadapi musim kemarau awetkan rumput dengan teknik silase - News | Good News From Indonesia 2026

Intip Rahasia Sukses Peternak Saat Hadapi Musim Kemarau, Awetkan Rumput dengan Teknik Silase

Intip Rahasia Sukses Peternak Saat Hadapi Musim Kemarau, Awetkan Rumput dengan Teknik Silase
images info

Tangan petani genggam silase jagung yang sudah di cacah | Foto: iStock, credit otlckl


Cuaca yang berubah-ubah kadang membuat peternak kesulitan mencari rumput, terutama saat kemarau panjang. Ketika rerumputan menipis, biaya mencari pakan bertambah dan kebutuhan nutrisi ternak berisiko tak terpenuhi.

Salah satu cara menyiapkan cadangan ialah membuat silase, yaitu rumput cacah yang diawetkan melalui fermentasi tanpa udara. Teknik ini memanfaatkan rumput atau sisa panen yang sedang melimpah.

Silase untuk Menjaga Stok Pakan

Dalam proses silase, bakteri asam laktat mengubah gula alami tanaman menjadi asam yang menghambat mikroorganisme pembusuk. Widyastuti dalam Media Peternakan (2008) menjelaskan kalau asam laktat juga menjadi sumber energi bagi ternak ruminansia, seperti sapi dan kambing.

Saat pasokan rumput sulit, menyimpan kelebihan rumput dan limbah pertanian membantu peternak menyiapkan pakan untuk musim berikutnya. Menurut catatan resmi yang dirilis dari IPB Today (8/2017), peneliti Despal menekankan pentingnya pengawetan rumput atau hijauan.

Sapi memakan rumput hasil silase | iStock, credit dageldog
info gambar

Sapi memakan rumput hasil silase | iStock, credit dageldog


β€œSaat ini lahan makin sulit dan produksi hijauan semakin terbatas, sehingga mau tidak mau harus ada upaya konservasi. Artinya, ngawetin rumput supaya tersedia sepanjang masa,” ujarnya.

Silase bisa mengurangi sisa tanaman terbuang, menghemat waktu mencari rumput, dan menjaga pasokan nutrisi. Meski begitu, campuran perlu disesuaikan dengan kebutuhan ternak. Satu formulasi belum pasti cocok untuk semua sapi atau kambing. Kandungan nutrisi bisa dipertahankan, tapi hasil akhirnya tergantung pada kebersihan bahan, formulasi, dan cara menutup wadah.

baca juga

Apa Saja Bahan yang Diperlukan?

Bahan utama silase berupa rumput gajah, rumput odot, daun jagung, tanaman kacang-kacangan, atau jerami yang masih layak diolah. Untuk pakan komplit, rumput bisa dipadukan dengan sumber energi dan protein seperti dedak atau konsentrat. Hindari bahan busuk dan berjamur, ya, Kawan.

Panduan BBPKH Cinagara memberi contoh campuran 80 kg rumput: 40 kg rumput king grass, 16 kg rumput odot, dan 24 kg indigofera. Tambahannya 7 kg dedak, 250 ml molase, 20 ml EM4 peternakan, serta 2 liter air. Takaran ini contoh formulasi, bukan aturan tunggal.

baca juga

Molase atau tetes tebu menyediakan gula untuk bantu fermentasi, sedangkan dedak menambah bahan kering dan nutrisi. EM4 peternakan atau inokulan lain bisa bantu proses sesuai petunjuk produk. Lalu, sesuaikan air dengan kelembapan bahan agar campuran tidak terlalu basah atau kering.

Cara Membuat Silase di Rumah

Cacah rumput sampai jadi kecil-kecil agar mudah dipadatkan dan dimakan ternak. Kalau tidak punya mesinnya, mencacahnya bisa pakai pisau atau sabit tajam. Perlu diingat, mencacahnya harus di alasin benda kokoh seperti talenan kayu.

Jangan merakit pisau bermesin dari barang seadanya tanpa keahlian. Studi Liandy, Pusvyta, dan Budiman dalam Jurnal Multimedia Dehasen (2025) menjelaskan kalau mesin pencacahnya pakai alat penggerak, poros, sabuk, pisau baja, dan pelindung, maka rangka dan pelindung harus kuat. Lalu, di bagian mesin putar perlu diperiksa teknisi.

Hasil silase atau rumput cacah dari daun jagung, iStockphoto credit otlckl
info gambar

Hasil silase atau rumput cacah dari daun jagung, iStockphoto credit otlckl


Setelah dicacah dan dicampur rata dengan bahan tambahan, masukkan bahan sedikit demi sedikit ke wadah plastik atau kantong khusus. Tiap lapisan ditekan agar udaranya keluar, lalu tutup rapat. BBPKH Cinagara menganjurkan untuk di diamkan sekitar tiga minggu di tempat teduh untuk fermentasi optimal.

Cek Kualitas Sebelum Diberikan

Silase yang baik baunya asam segar seperti tapai, warnanya hijau hingga kekuningan, dengan pH sekitar 4-5, tidak berlendir, dan bebas jamur. Kalau baunya busuk, berjamur, atau berlendir, jangan berikan ke ternak karena bisa memicu kerusakan.

baca juga

Berdasarkan keterangan resmi yang dilansir dari IPB Today (8/2017), Despal menjelaskan bahwa silase bisa mengurangi pekerjaan harian peternak yang harus mencari rumput.

β€œDengan silase peternak lebih mudah karena tidak perlu ngarit rumput tiap hari dan juga lebih seimbang kandungan nutrisi yang diberikan pada ternak,” tuturnya.

Untuk sapi berproduksi tinggi, ubah ransumnya bertahap, bukan langsung mengganti seluruh pakan. Lama simpan tergantung pada bahan, kadar air, kepadatan, dan rapatnya wadah. Silase bisa awet sampai tahunan kalau kondisinya tanpa udara. Setelah wadah dibuka, ambil secukupnya lalu tutup kembali.

Pelatihan di Desa Bonto Bulaeng yang dilaporkan Parawansya, Lestari, dan Indriani dalam PengabdianMu (2025) mencatat peningkatan pemahaman dari 13,37% menjadi 90,20%. Penulis juga menyebut kalau pengetahuan dan keterampilan masyarakat mengenai pembuatan silase meningkat secara signifikan setelah diberi penyuluhan.

baca juga

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

US
FN
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.