Pasbana - Di ranah Minangkabau, hari raya bukan sekadar soal baju baru atau hidangan melimpah. Ia menjelma menjadi sebuah perjalanan—dari satu rumah ke rumah lain, dari satu hati ke hati yang lain. Tradisi itu disebut barayo.
Secara sederhana, barayo berarti “berhari raya”. Namun bagi masyarakat Minang, maknanya jauh lebih dalam. Ia adalah ritual sosial yang merawat ingatan, memperkuat silaturahmi, dan menyatukan kembali keluarga yang mungkin lama terpisah oleh jarak dan waktu.
Pagi hari selepas salat Id, suasana kampung berubah hangat. Pintu rumah terbuka lebar. Tawa anak-anak bersahutan, sementara orang dewasa saling bersalaman, memaafkan, dan berbagi cerita.


