Salah satu faktor utamanya adalah nilai tukar ringgit yang semakin kuat terhadap rupiah, sehingga daya beli mereka meningkat saat berlibur di Indonesia.
Dengan uang yang sama, wisatawan Negeri Jiran kini dapat menikmati lebih banyak aktivitas wisata, kuliner, hingga berbelanja berbagai kebutuhan dengan harga yang relatif lebih murah dibandingkan di negara asal mereka.
Makin Tahu Indonesia Fenomena ini terlihat di sejumlah pusat perbelanjaan Jakarta yang mulai ramai dikunjungi wisatawan asing. Produk fesyen, kain, busana muslim, hingga aneka oleh-oleh menjadi incaran para pelancong.
Tidak sedikit yang memanfaatkan momen ini untuk memborong barang dalam jumlah besar karena selisih kurs yang menguntungkan.
Meski demikian, pelemahan rupiah juga memunculkan kekhawatiran di dalam negeri. Sebagian masyarakat mengingat kondisi krisis ekonomi 1998 yang ditandai dengan anjloknya nilai tukar rupiah dan tekanan ekonomi yang berat. Kekhawatiran tersebut muncul seiring kurs rupiah yang terus berada dalam tren melemah terhadap dolar Amerika Serikat.
Namun pemerintah menegaskan bahwa kondisi saat ini berbeda dengan krisis yang pernah terjadi hampir tiga dekade lalu.


