Senipertanian.com - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memanfaatkan kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI) untuk memperkuat pengawasan pangan olahan. Teknologi ini digunakan untuk mendukung evaluasi produk sebelum beredar serta penapisan produk impor dan ekspor berdasarkan tingkat risiko.
Kepala BPOM Taruna Ikrar mengatakan, inovasi teknologi menjadi kebutuhan penting untuk mengantisipasi risiko keamanan pangan yang terus berkembang. Menurut dia, pengawasan tidak cukup hanya mengandalkan prosedur administratif, tetapi juga harus didukung bukti ilmiah dan kemampuan pengujian laboratorium yang andal.
“Inovasi sangat penting untuk mengimbangi dan mengantisipasi berkembangnya risiko keamanan pangan melalui bukti ilmiah yang kuat dan kemampuan pengujian laboratorium yang juga terus ditingkatkan,” ujar Taruna saat menjadi pembicara utama dalam Indonesia International Agribusiness Expo (AGRINEX) 2026, Jumat (23/10/2026).
Baca Selengkapnya

