Toponim pohon mengajarkan bahwa sejak lama, sejumlah kawasan memang ramah pada pohon. Berikut delapan kecamatan di Bojonegoro yang namanya berasal dari pohon, versi Jurnaba.
Dalam kajian toponimi, nama tempat bisa dipahami berdasar basis penamaannya. Dalam konteks ini, Jurnaba menyebut toponim sebagai jangkar pengetahuan yang jadi titik hubung antara masa silam dan hari ini. Untuk diketahui, para ilmuwan mengklasifikasikan toponim ke dalam sejumlah kategori.
Di antaranya; toponim fisiografis (merujuk pada bentang alam), hidrologis (berkaitan dengan unsur perairan), vegetatif (bersumber nama tumbuhan atau pohon), faunal (berasal dari unsur hewan), antroponim (nama tokoh atau individu tertentu), sosial (aktivitas masyarakat), dan kosmologis (pandangan spiritual lokal).
Pengelompokan kategori dan jenis-jenis toponim ini, menunjukan bahwa toponim tidak sekadar penanda geografis, melainkan juga arsip budaya yang merekam relasi manusia dengan lingkungan, sejarah, dan sistem makna yang hidup dalam masyarakat dengan rentang waktu yang cukup lama.
Pada ulasan kali ini, Jurnaba fokus menyajikan nama-nama kecamatan di wilayah Bojonegoro, dengan basis toponim vegetatif, lebih khusus lagi, berbasis nama pohon. Bukan dusun atau desa, tapi fokus pada nama kecamatan. Sebab, jika dusun ataupun desa, jumlahnya tentu bisa berlipat-lipat.
Baca Selengkapnya

