SOLO (KebumenUpdate.com) โ Perjalanan Fajar dan Senja Utama Solo telah menjadi bagian dari sejarah transportasi kereta api di jalur Jakarta-Surakarta selama hampir lima dekade. Layanan yang berawal dari pengoperasian Senja Utama Solo pada 14 Oktober 1978 itu terus mengalami perubahan, mulai dari rangkaian, kelas pelayanan, jadwal perjalanan hingga fasilitas, dan kini menggunakan kereta generasi terbaru produksi industri nasional.
Saat pertama beroperasi, Senja Utama Solo melayani rute Solo Balapan-Gambir sebagai kereta kelas bisnis. Rangkaian yang digunakan kala itu merupakan produk Goลกa dari Yugoslavia, yang memiliki karakteristik delapan jendela pada setiap sisi kereta.
Rangkaian tersebut menjadi bagian dari perkembangan layanan kereta api kelas bisnis di Indonesia pada era 1970-an. Dari Solo, kereta ini menempuh perjalanan menuju Jakarta melalui sejumlah kota di jalur selatan Jawa, termasuk Yogyakarta, Purwokerto, dan Cirebon.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan perjalanan Fajar dan Senja Utama Solo mencerminkan perubahan layanan kereta api antarkota dari masa ke masa.
โSejak Senja Utama Solo hadir pada 1978, beberapa generasi pelanggan telah tumbuh bersama layanan ini. Rangkaian, kelas pelayanan, dan fasilitasnya terus berubah, sementara nama Solo tetap menjadi bagian penting dari perjalanannya,โ ujar Anne.
Baca Selengkapnya

