Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang dijadwalkan mulai akhir Oktober 2026 menjadi perhatian siswa, orang tua, hingga pihak sekolah. Menjelang asesmen tersebut, memahami sistem penilaian TKA menjadi salah satu langkah penting agar siswa bisa menyusun strategi belajar secara lebih tepat.
Bagi siswa SMA di Semarang dan sekitarnya, mengetahui cara kerja penilaian TKA dapat membantu mempersiapkan diri menghadapi ujian. Sebab, penilaian TKA tidak sekadar menghitung jumlah jawaban yang benar, tetapi juga mempertimbangkan karakteristik setiap butir soal.
TKA menggunakan metode Item Response Theory Two-Parameter Logistic Model (IRT 2PL). Metode ini dirancang untuk mendukung penilaian yang objektif dan adil dalam asesmen berskala nasional, termasuk ketika peserta mengerjakan paket soal yang berbeda.
Lantas, bagaimana sistem penilaian TKA bekerja? Mengapa dua siswa yang menjawab jumlah soal dengan benar sama bisa memperoleh skor berbeda?
IRT 2PL merupakan model pengukuran yang memperhitungkan karakteristik soal dalam mengestimasi kemampuan peserta. Dalam metode ini, setiap butir soal memiliki parameter yang digunakan untuk melihat hubungan antara kemampuan peserta dan peluang menjawab soal dengan benar.
Baca Selengkapnya

