Warga Tinggang Lor, Ngraho, Bojonegoro, menemukan kapak purba di kawasan hutan tepi sungai Bengawan. Pendata cagar budaya menyerahkannya ke Museum Rajekwesi agar tak berpindah tangan ke luar daerah.
Kanal Bengawan kadang seperti orang tua yang menyimpan barang lama di laci paling dalam. Sesekali lacinya terbuka, dan keluarlah sesuatu dari ribuan tahun lalu. Kali ini yang keluar adalah kapak batu. Sutrisno, warga Desa Tinggang Lor, Ngraho, Bojonegoro, menemukan batu purba saat melintas di teras sungai. Bentuknya memanjang, dengan tepi yang tampak pernah diasah tangan manusia.
Kabar itu sampai ke rekan-rekan musyawarah guru mata pelajaran (MGMP) Sejarah di MAN 3 Ngraho, lalu diteruskan kepada Achmad Satria, guru sejarah yang juga pendata Objek Diduga Cagar Budaya (ODCB) Wilayah Kerja Bakorwil II Provinsi Jawa Timur.
“Jadi memang ditemukan warga di kawasan Tinggang Bojonegoro,” ucap Ahmad Satria pada Jurnaba, (29/9/2026).
Satria bercerita, pada Sabtu (26/9/2026), dia bertandang turun ke Tinggang Bojonegoro. Hasil pendataan, dia mencatat terdapat tiga kapak persegi, atau beliung persegi, dalam istilah arkeologi. Benda-benda itu kemudian di laporkan dan di data. Kini, masing-masing memiliki dokumen lengkap dengan foto berskala dan titik koordinat temuan. Ada tiga kapak persegi purba yang ditemukan.
Baca Selengkapnya

