ketika illusory of truth effect bergeser menjadi perangkat kritik historiografi rSrBtN - News | Good News From Indonesia 2026

Ketika Illusory Of Truth Effect Bergeser Menjadi Perangkat Kritik Historiografi

Ketika Illusory Of Truth Effect Bergeser Menjadi Perangkat Kritik Historiografi
images info

Aktivitas yang dibangun atas otoritas moral warga lokal untuk ikut terlibat dalam upaya membangun pengetahuan sejarah lokal, semestinya direspons oleh otoritas intelektual secara lebih arif. 

Membaca uraian terakhir dari postingan Bojonegoro Archive membuat saya tertarik untuk mencoba memberikan pembacaan. Uraian 20 lembar berisi kritik dengan mekanisme pendekatan metodologis menjadi kekuatan untuk membawa informasi sejarah dalam lorong historiografi. Karena bagaimanapun, dalam ilmu sejarah, metodologi sering kali lebih penting ketimbang kesimpulan itu sendiri.

Dalam rantai argumentasinya, Bojonegoro Archive seakan mengajak pegiat dan pelaku produksi informasi sejarah untuk disiplin meletakkan data primer, data sekunder, dan tafsir/interpretasi pada porsinya. Setiap mata rantai perlu diuji sebelum melompat kepada kesimpulan. Narasi sejarah yang dikulminasi dari ketersediaan data dan interpretasi akan selalu mengalami dinamika perdebatan yang sah untuk dilakukan.

Pada titik ini, saya melihat ada kontribusi penting bagi perkembangan literasi sejarah lokal dan Bojonegoro Archive memainkan peran vital disana. Hal yang menarik bagi saya justru tidak terletak pada bagaimana mekanisme konstruksi argumen berbasis metodologinya. Spotlight dari dua puluh carousel tersebut justru berada pada penggunaan Illusory Truth Effect dalam kerangka argumentasi yang dibangun.

Menurut saya, persoalannya bukan pada penggunaan konsep Illusory Truth Effect itu sendiri, melainkan pada cara konsep tersebut diletakkan dalam struktur argumentasi. Di titik ini terjadi pergeseran fungsi konseptual (conceptual stretching).

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.