Warga Semarang yang ingin mencoba bus listrik Trans Semarang kini perlu mengetahui beberapa hal penting sebelum naik. Selain memahami cara pembayaran tiket, penumpang juga perlu mengetahui fungsi tombol STOP agar tidak kebingungan ketika ingin turun di halte tujuan.
Kehadiran bus listrik menjadi bagian dari upaya menghadirkan transportasi publik yang lebih modern dan nyaman di Kota Semarang. Bagi masyarakat yang mulai beralih dari kendaraan pribadi ke angkutan umum, memahami tata cara penggunaan fasilitas di dalam bus menjadi langkah penting agar perjalanan berjalan lancar.
Kabar baiknya, penumpang yang tidak memiliki kartu uang elektronik tetap bisa memanfaatkan metode pembayaran digital melalui QRIS CPM, selama fitur tersebut didukung oleh perangkat dan sistem pembayaran yang tersedia.
Lantas, bagaimana cara naik bus listrik Trans Semarang jika tidak memiliki kartu uang elektronik? Kapan tombol STOP harus ditekan? Berikut panduan praktis yang perlu diketahui warga Semarang.
1. Tidak Punya Kartu Uang Elektronik? Bisa Coba QRIS CPM
Baca Selengkapnya

