Indonesia miliki potensi teknis EBT mencapai 584 GW, 333 GW dinilai layak secara ekonomi, ESDM
Sobat EBT Heroes! Indonesia tengah berdiri di persimpangan penting dalam perjalanan transisi energinya. Di satu sisi, ketergantungan pada energi fosil masih cukup tinggi. Di sisi lain, potensi energi baru dan terbarukan (EBT) yang dimiliki negeri ini sangat besar dan belum dimanfaatkan secara optimal. Institute for Essential Services Reform (IESR) melihat peluang tersebut sebagai kunci masa depan energi Indonesia yang lebih bersih, mandiri, dan berkelanjutan.
Melalui laporan Unlocking Indonesia’s Renewables Future: the Economic Case of 333 GW of Solar, Wind and Hydro Projects, IESR menyoroti peluang unik Indonesia untuk memanfaatkan sumber daya matahari, angin, dan air yang melimpah. Studi ini tidak hanya memetakan potensi teknis EBT, tetapi juga menilai kelayakan ekonominya secara komprehensif.
Pengembangan EBT menjadi semakin krusial mengingat cadangan energi fosil yang kian menipis dan dampak lingkungan yang ditimbulkannya. Emisi karbon, pencemaran udara, hingga perubahan iklim global menjadi alasan kuat mengapa Indonesia perlu mempercepat transisi menuju energi yang lebih bersih dan berkelanjutan.
Saat ini terdapat berbagai jenis EBT yang dapat dikembangkan di Indonesia. Namun, laporan IESR menegaskan bahwa energi surya, angin, dan air merupakan tiga sumber utama dengan potensi terbesar. Secara total, Indonesia memiliki potensi teknis sebesar 584 Gigawatt (GW) dari ketiga sumber tersebut. Dari jumlah itu, sekitar 333 GW dinilai layak secara ekonomi dan realistis untuk dikembangkan dalam jangka menengah hingga panjang.
Baca Selengkapnya

