Musik jaz, salah satu aliran yang memiliki banyak peminat di berbagai belahan dunia. Banyak musisi yang mengangkat genre ini dalam karya yang mereka hasilkan.
Pada 1971 silam, ada sebuah pementasan musik jaz yang digelar di Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Pementasan ini diisi oleh musisi yang berasal dari daratan Eropa bernama The German All Stars.
Pementasan ini menjadi salah satu momen penting dalam sejarah perkembangan musik jaz di tanah air. Sebab pementasan ini menjadi kesempatan untuk makin mempererat hubungan musik jaz antara kedua negara pada waktu itu.
Bagaimana momen saat grup The German All Stars di Taman Ismail Marzuki pada 1971 silam? Simak ulasan lengkapnya dalam artikel berikut ini.
Rangkaian dari Tur Dunia
Dinukil GNFI dari artikel "Pemain2 Musik Jazz Mutachir: The German All - Stars di Taman Ismail Marzuki" yang terbit di surat kabar Indonesia Raya edisi 13 Maret 1971, pementasan oleh The German All Stars ini terjadi pada Jumat malam, 12 Maret 1971. Pementasan ini diselenggarakan di Taman Ismail Marzuki, Jakarta pada waktu itu.
Pementasan ini sendiri merupakan rangkaian dari tur dunia yang dilakukan oleh grup musik tersebut. Selain Indonesia, The German All Stars juga mengunjungi beberapa negara lainnya di Asia dalam rangkaian tur tersebut.
Pementasan ini juga merupakan balasan dari hubungan musik jaz yang terjalin antara Indonesia dan Jerman. Beberapa tahun sebelumnya pada 1960-an, grup musik jaz Indonesia terlebih dahulu diundang untuk mentas di negara yang dikenal dengan industri otomotifnya tersebut.
Pada periode tersebut, salah satu grup musik bernama Indonesia All Star diundang untuk tampil di Berlin Jazz Festival pada 1967. Grup musik yang terdiri dari Bubi Chen, Jack Lesmana, Maryono, Benny Mustafa, Jopie Chen itu diundang langsung oleh promotor asal Jerman untuk mentas di ajang festival tersebut.
Oleh sebab itu, kunjungan ini menjadi balasan dari lawatan sebelumnya, sekaligus makin mempererat interaksi para pelaku seni musik jaz Indonesia dan Jerman pada waktu itu.
Mentas di Taman Ismail Marzuki
Pementasan The German All Star di Taman Ismail Marzuki pada waktu itu berhasil menghibur para pengunjung yang hadir. Masing-masing personel dari grup musik tersebut menunjukkan kepiawaiannya dalam memainkan alat yang mereka pegang masing-masing.
Walau tidak semua pengunjung yang awam dengan musik jaz pada waktu itu, penampilan dari The German All Stars tetap memberikan hiburan yang menarik bagi ribuan pengunjung yang hadir di Taman Ismail Marzuki. Bahkan teater terbuka TIM penuh sesak dari para pengunjung yang datang untuk memperhatikan permainan dari grup musik asal Jerman tersebut.
Selain memukau lewat permainan musik, para personel The German All Stars juga memberikan penampilan terbaik lewat tampilan busana yang mereka bawakan. Para personel grup musik ini memadukan busana berwarna cerah dengan padu padan yang unik.
Penampilan ini menjadi ciri khas yang jarang disaksikan dalam pementasan musik pada waktu itu.
Sekilas Tentang The German All Stars
Seperti namanya, The German All Stars merupakan salah satu grup musik beraliran jaz yang berasal dari Jerman. Grup musik ini disebut sebagai pelopor dari aliran Free Jazz dan Avant-Garde Jazz di daratan Eropa pada waktu itu.
Grup musik ini sendiri terdiri dari beberapa personel yang memegang alat musik berbeda. Adapun punggawa dari grup musik tersebut di antaranya Albert Mangelsdorff (Trombone), Manfred Schoof (Trumpet), Heinz Sauer & Gerd Dudek (Tenor Saxophone), Wolfgang Dauner (Piano & Keyboards), Gรผnter Lenz (Bass), dan Ralf Hรผbner (Drums).


