Kawan GNFI mungkin sudah mengetahui bahwa listrik bisa dihasilkan dari berbagai sumber, tetapi tahukah Kawan apa saja sumber pembangkit listrik di Indonesia? Selain PLTU (Pembangkit Listrik Tenaga Uap) dan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA), bisakah Kawan menyebutkan jenis sumber lain?
Dalam kebanyakan waktu, kita masih kerap menggunakan bahan bakar fosil dari minyak hingga gas bumi untuk menyalakan lampu, mengisi ulang daya HP dan laptop, hingga menonton TV. Meski begitu, kesadaran akan pentingnya pembangunan berkelanjutan serta pemanfaatan energi terbarukan melalui konsep Net Zero mulai bertumbuh. Indonesia menjadi salah satu negara yang mulai memperhitungkan langkah ini.
Salah satu komponen konsep Net Zero adalah Net Zero Energy, yakni konsep untuk menghasilkan energi dari sumber terbarukan. Contoh penerapannya bisa dilihat dari pemanfaatan energi surya, angin, dan arus laut.
Beragam Cara Indonesia Menghasilkan Listrik
Ada berbagai sumber pembangkit listrik di Indonesia. Di antara ragam jenis tersebut, terdapat penggunaan energi terbarukan dan non-energi terbarukan. Berikut daftarnya:
1. PLTU, Menghasilkan Panas dengan Bantuan Batu Bara

Bagaimana Cara Kerja PLTU Menghasilkan Listrik? | Eprints.polsri.ac.id dan Djiteng Marsudi (2011), Upscaled with Gemini
PLTU merupakan kepanjangan dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap. Salah satu penelitian Politeknik Negeri Sriwijaya menerangkan bahwa, sesuai namanya, cara kerja PLTU yakni dengan memanfaatkan energi kinetik yang dihasilkan uap untuk dikonversi menjadi energi listrik.
Tidak langsung menjadi listrik, proses konversi energi PLTU perlu melalui tiga tahapan:
- Pertama, energi kimia dalam bahan bakar digunakan untuk mendidihkan air dalam boiler hingga berubah bentuk menjadi uap (energi panas) bertekanan dan bersuhu tinggi.
- Dari situ, energi panas dalam bentuk uap kemudian diubah menjadi energi mekanik yang bisa memutar turbin.
- Setelah itu, barulah energi mekanik diubah menjadi energi listrik dengan generator.
PLTU sendiri bukan merupakan energi terbarukan. Mesin ini biasanya menggunakan bahan bakar batu bara untuk menghasilkan energi.
Jika mengintip laman resmi PLN, mayoritas pembangkit listrik di Indonesia masih mengandalkan energi uap. Contoh PLTU di Indonesia misalnya PLTU Pelabuhan Ratu yang berlokasi di Pelabuhan Ratu. Mereka menghasilkan sekitar 1.050 MW.
Ada juga PLTU Suralaya yang menurut Persatuan Pegawai PT PLN Indonesia merupakan salah satu PLTU terbesar di Indonesia karena bisa menghasilkan total energi listrik 3.400 MW. Mereka berdiri di Suralaya, Kecamatan Pulo Merak, Kota Cilegon, Banten.
2. PLTG, Ketika Gas Menggerakkan Turbin
Kawan barangkali sudah bisa menebak, PLTG merupakan kepanjangan dari Pembangkit Listrik Tenaga Gas. Sesuai namanya, PLTG menggunakan bahan bakar gas seperti gas alam untuk menghasilkan listrik, dan karena itu PLTG bukan merupakan sumber energi terbarukan.
Melalui laman resmi PT PGN LNG Indonesia, salah satu anak perusahaan PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGN) dan PT Pertamina (Persero), tampak bahwa cara kerja PLTG serupa dengan PLTU.
Prosesnya bermula dari pembakaran gas, misalnya gas alam, hingga menghasilkan panas. Energi yang dihasilkan digunakan untuk mengubah air menjadi uap dan memutar turbin. Gerakan dari turbin kemudian menghasilkan energi kinetik yang dikonversi menjadi energi listrik oleh generator.
PLTG MPP Parit Baru yang berlokasi di Desa Jungkat, Kabupaten Mempawah, Provinsi Kalimantan Barat, menjadi salah satu contoh PLTG yang dibangun dan diresmikan oleh pemerintah pada era Jokowi.
3. PLTGU, Memanfaatkan Panas yang Masih Tersisa
PLTGU adalah kependekan dari Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap. Politeknik Negeri Sriwijaya menjabarkan dalam salah satu penelitiannya bahwa sistem PLTGU pada dasarnya merupakan gabungan dari PLTG dan PLTU (Combine Cycle).
Sistem ini memungkinkan panas dari gas buang yang dihasilkan PLTG (sekitar 500°C) digunakan lagi sebagai bahan bakar untuk memanaskan air. Air yang mendidih itu kemudian menghasilkan uap yang dimanfaatkan sebagai fluida kerja untuk PLTU.
PLTU menggunakan energi panas dan uap dari gas buang hasil pembakaran di PLTG untuk memanaskan air di HRSG (Heat Recovery Steam Generator) hingga berubah menjadi uap jenuh kering. Uap jenuh kering ini yang kemudian memutar sudu (baling-baling). Gas yang dihasilkan dalam ruang bakar pada PLTG akan menggerakkan turbin dan kemudian generator akan mengubahnya menjadi energi listrik
PLTGU Priok dan PLTGU Semarang menjadi contoh PLTGU di Indonesia yang menghasilkan lebih dari 1.000 Megawatt energi listrik. Dengan rincian PLTGU Priok yang ada di Priok menghasilkan daya 1.248 MW dan PLTGU Semarang yang berlokasi di Semarang menghasilkan daya listrik senilai 1.033,9 MW.
4. PLTA, Mengubah Aliran Air Menjadi Listrik

PLTA, Salah Satu Jenis Pembangkit Listrik Energi Terbarukan | Dinas Kebudayaan DIY, Upscaled with Gemini
Menurut Iwan, PLTA atau Pembangkit Listrik Tenaga Air merupakan salah satu sumber energi terbarukan yang paling banyak dimanfaatkan di berbagai penjuru dunia. Meski belum sebanyak PLTU, Indonesia menjadi salah satu negara yang memanfaatkannya.
PLTA bekerja dengan cara mengonversi energi potensial air menjadi energi kinetik yang digunakan untuk memutar turbin penggerak generator. Besaran daya listrik yang bisa dihasilkan sendiri bergantung pada ketinggian jatuh air dan jumlah air yang jatuh (debit air). Komponen utama PLTA terdiri dari bendungan, waduk, pintu air, penstock (pipa pesat), turbin, dan generator.
PLTA Waduk Cirata yang bermuara di tiga kabupaten, yakni Cianjur, Purwakarta, dan Bandung Barat merupakan PLTA terbesar di Indonesia dan nomor dua di Asia Tenggara setelah Vietnam. Kementerian ESDM menyebut bahwa PLTA ini bisa menghasilkan daya listrik hingga 1.008 MW.
Menariknya, di bentangan luas Waduk Cirata ini juga telah dibangun PLTS terapung pertama di Indonesia dan yang terbesar di Asia Tenggara lho, Kawan!
5. PLTS, Ketika Cahaya Matahari Menjadi Listrik

PLTS Terapung Cirata, Jenis Pembangkit Listrik Energi Terbarukan Terbesar di Asia Tenggara | PLN Nusantara Renewables
Kawan mungkin sudah tidak asing dengan PLTS atau Pembangkit Listrik Tenaga Surya. Laman perusahaan PGN LNG Indonesia menjelaskan jenis pembangkit listrik ini bekerja dengan menangkap cahaya matahari menggunakan panel surya sebelum mengubahnya menjadi energi listrik melalui proses yang disebut efek fotovoltaik.
PLTS sendiri merupakan sumber energi terbarukan mengingat cara kerjanya yang tidak memanfaatkan energi fosil, misalnya minyak bumi dan gas alam.
PLTS Cirata yang terapung di atas Waduk Cirata adalah salah satu contoh PLTS di Indonesia. Pembangkit listrik ini disebut PLN sebagai PLTS terbesar di Asia Tenggara dan ternyata merupakan hasil kerja sama antara Indonesia dan Uni Emirat Arab.
6. PLTB, Menangkap Energi dari Hembusan Angin

Bukan Bayu Manusia, PLTB (Pembangkit Listrik Tenaga Bayu) Manfaatkan Tenaga Angin untuk Hasilkan Listrik | Unsplash @Wolfgang Weiser
PLTB merupakan singkatan dari Pembangkit Listrik Tenaga Bayu dan termasuk ke jenis sumber energi terbarukan. Bukan Bayu teman Kawan GNFI, Institut Teknologi Kalimantan mendeskripsikan jenis pembangkit listrik ini memanfaatkan energi kinetik angin untuk menggerakkan baling-baling pada kincir angin. Mesin tersebut terhubung dengan generator yang akan membantu mengubah gerakan putar tersebut menjadi listrik.
PLTB Sidrap adalah PLTB pertama di Indonesia dan berlokasi di Lainungan dan Mattirotasi, Watang Pulu, Kabupaten Sidenreng Rappang, Sulawesi Selatan. PLTB tersebut memiliki 30 turbin dan bisa menghasilkan daya listrik hingga 75 MW. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia menyebut biaya investasi untuk mendirikan PLTB ini mencapai US$ 150 juta.
7. PLTAL, Memanfaatkan Tenaga Arus Laut
Sebagai salah satu sumber energi terbarukan, PLTAL atau Pembangkit Listrik Tenaga Arus Laut bekerja dengan mengubah energi kinetik air laut menjadi energi rotasi sebelum dikonversi menjadi listrik. Kementerian ESDM menerangkan bahwa prinsip teknologi ekstraksi energi arus laut pada dasarnya mengadopsi teknologi PLTB yang sudah terlebih dahulu dikembangkan.
Di laman resminya, mereka juga menekankan bahwa daya yang dapat dihasilkan dari turbin arus laut jauh lebih besar dibandingkan dengan daya yang dihasilkan turbin angin. Hal ini disebabkan oleh rapat massa air laut yang hampir 800 kali lipat rapat massa udara.
PLTAL pertama di Indonesia sendiri baru dibangun pada tahun 2025. PT PAL Indonesia menjelaskan lewat laman resminya bahwa proyek ini merupakan hasil kerja sama antara perusahaan tersebut, PLN Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang), dan BRIN. Sampai saat ini, belum ditemukan berita terbaru terkait perkembangan proyek PLTAL tersebut.
Sekian informasi seputar beragam jenis pembangkit listrik di Indonesia. Semoga artikel ini menginspirasi Kawan GNFI sekalian!


