mbok berek ayam goreng kalasan - News | Good News From Indonesia 2026

Mengenal Siapa Mbok Berek dan Sejarahnya, Perintis Ayam Goreng Kalasan Jogja yang Legendaris

Mengenal Siapa Mbok Berek dan Sejarahnya, Perintis Ayam Goreng Kalasan Jogja yang Legendaris
images info

Mbok Berek | Sumber: RRI


Mbok Berek menjadi salah satu identitas kuliner khas Yogyakarta yang legendaris ketika Anda singgah mencari tempat makan khas. Spanduk maupun papan nama dengan julukan ini menjamur di berbagai jalur utama, sehingga kerap memicu rasa penasaran siapa pun untuk mencicipi kelezatan ayam goreng bertekstur empuk dengan taburan kremes renyah nan gurih.

Kawan GNFI tentu ingin mengenal lebih dekat siapa sosok hebat di balik ketenaran warisan kuliner Nusantara yang tak pernah sepi pengunjung ini. Mengapa merek dagang tersebut begitu ikonis dan bagaimana perjalanan sejarahnya hingga abadi melintasi beberapa generasi?

Simak informasi seputar ayam goreng Mbok Berek dari Kalasan Yogyakarta berikut ini

Mbok Berek dan Rahasia Legenda Ayam Goreng Kalasan Jogja

ayam goreng mbok berek
info gambar

ayam goreng mbok berek | Sumber: Mbok Berek


Sosok perintis kuliner ayam goreng legendaris di Kalasan, Yogyakarta ini memiliki nama asli Nini Ronodikromo dengan panggilan kecil Nyi Rame, yang bersuamikan Ronopawito atau dikenal pula dengan nama Djakiman, dikutip dari laman resmi Mbok Berek. Pasangan ini bertempat tinggal di Desa Candisari, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta, dikutip dari website resmi Kelurahan Tirtomartani Sleman.

Dari pernikahan tersebut, Nyi Rame dikaruniai enam orang putra-putri, yaitu Samidjo Mangundimedjo, Saminten Pawirosudarsono, Sukinah Mulyodimejo, Tumirah Martohanggono, Saminun, dan Suwarto.

Kehadiran nama julukan yang unik ini berawal dari kebiasaan salah satu buah hati beliau yang sering rewel dan menangis dengan suara nyaring, atau dalam istilah bahasa Jawa disebut berek-berek.

Sebutan Mbok Berek dari masyarakat sekitar justru disukai oleh Nyi Rame dan suaminya, dikutip dari laman resmi Mbok Berek. Siapa sangka, tangisan anak yang menjadi julukan familiar tersebut justru menjadi awal keberkahan dan trade mark utama saat beliau mulai menjajakan ayam goreng racik buatannya sejak era pra-kemerdekaan.

Bagi wisatawan luar daerah, banyaknya tempat makan yang memasang nama serupa sering menimbulkan kebingungan dalam menentukan mana rumah makan yang paling asli. Kenyataan saat ini menunjukkan bahwa tidak ada satu outlet tunggal yang dapat diklaim sebagai paling asli, sebab usaha kuliner ini dilanjutkan oleh para keturunan resmi Mbok Berek melalui berbagai cabang keluarga.

Pengelolaan dan pengembangan restoran diteruskan oleh jalur anak-anak beliau, seperti Samidjo Mangundimedjo, yang kemudian dilanjutkan oleh cucu-cucu beliau seperti Triyono dan Nursatyo di berbagai wilayah, mulai dari Jogja hingga Jakarta. Seluruh rumah makan yang dikelola oleh garis keturunan resmi ini tetap memegang teguh resep rahasia warisan leluhur sehingga cita rasanya tetap otentik.

Hubungan Ayam Goreng Suharti dan Mbok Berek

Sementara itu, mengenai desas-desus keterkaitannya dengan restoran Ayam Goreng Suharti yang juga sangat populer, hubungan kekerabatan tersebut adalah benar adanya. Ibu Suharti merupakan keponakan sekaligus kerabat dekat yang dahulu sempat ikut bekerja dan membantu usaha Mbok Berek, sebelum akhirnya memelopori restoran ayam goreng milik sendiri bersama sang mantan suami dengan ciri khas renyahnya kremes yang serupa.

Menikmati sajian Mbok Berek bersama keluarga kini bukan sekadar memuaskan selera rasa, melainkan juga mengapresiasi sejarah panjang dedikasi resep tradisional Nusantara.

Bagi Kawan GNFI yang berkunjung ke Yogyakarta, melangkah ke salah satu kedai keturunannya adalah cara terbaik merayakan warisan kuliner yang tak lekang oleh waktu.

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Evita Damayanti lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Evita Damayanti.

ED
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.