hitung mundur nisfu syaban 2026 - News | Good News From Indonesia 2026

Hitung Mundur Nisfu Sya'ban 2026: Tanggal Berapa, Keutamaan, dan Amalan

Hitung Mundur Nisfu Sya'ban 2026: Tanggal Berapa, Keutamaan, dan Amalan
images info

Nisfu Sya'ban jadi pengingat semua umat Islam sebelum masuk bulan Ramadan | foto: freepik/nikitabuida


Bulan Sya'ban selalu membawa kesan tersendiri bagi umat Muslim di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Sya'ban sering kali disebut sebagai pintu gerbang sebelum kita benar-benar memasuki bulan Ramadan.

Kehadirannya menjadi pengingat lembut bahwa perjalanan spiritual menuju puncak ibadah tahunan sudah di depan mata.

Nah, salah satu momen yang paling dinantikan di bulan ini tentu saja adalah malam Nisfu Sya'ban, sebuah malam yang diyakini penuh dengan rahmat dan pengampunan dari Allah Swt.

baca juga

Hitung Mundur Nisfu Sya'ban 2026: Tinggal Berapa Hari Lagi?

Memasuki bulan Januari 2026, momen spiritual di tanah air mulai terasa semakin hangat. Kawan GNFI mungkin sudah mulai bertanya-tanya, sebenarnyanisfu syaban 2026 tanggal berapa? Memahami penanggalan ini sangat penting agar kita bisa mempersiapkan diri, baik secara fisik maupun mental, sebelum memasuki bulan Ramadan.

Berdasarkan kalender Hijriah 1447 H yang diterbitkan oleh Kementerian Agama RI, awal bulan Sya'ban atau 1 Sya'ban 1447 H diprediksi jatuh pada hari ini, Selasa (20/2/2026).

Karena pergantian hari dalam kalender Islam dimulai sejak matahari terbenam (magrib), maka malam 1 Sya'ban sudah dimulai pada Senin sore, 19 Januari 2026.

Jika 1 Sya'ban jatuh pada 20 Januari 2026, makajadwal malam nisfu syaban 1447 H, jatuh pada malam ke-15 bulan Sya'ban. Berdasarkan kalender Masehi, malam Nisfu Sya'ban akan jatuh pada:

  • Senin malam, 2 Februari 2026 (mulai waktu Magrib)

Jadi, jika hari ini Kawan GNFI membaca artikel ini tepat pada tanggal 20 Januari, kurang lebih dalam 14 hari ke depan, kita akan sampai pada malam istimewa tersebut.

Hitung mundur Nisfu Sya'ban ini bukan sekadar angka, melainkan pengingat bagi kita untuk segera merapikan amalan dan memperbaiki kualitas ibadah harian.

Mengingat waktu yang kian dekat, rasanya tak berlebihan jika kita mulai memasang pengingat di kalender ponsel atau catatan harian.

baca juga

Mengapa Malam Nisfu Sya'ban Istimewa?

Setelah mengetahui tanggalnya, mungkin ada satu pertanyaan mendasar yang muncul di benak Kawan GNFI: apa yang membuat malam ini begitu spesial? Mengapa para ulama sering kali menganjurkan kita untuk memperbanyak doa pada malam tersebut?

Mengutip dari laman resmi Baznas, secara bahasa, "Nisfu" berarti pertengahan. Jadi, Nisfu Sya'ban adalah malam pertengahan bulan Sya'ban.

Dalam berbagai literatur Islam dan tradisi masyarakat Indonesia, malam ini memiliki kedudukan yang tinggi.

Keutamaan malam Nisfu Sya'ban sering dikaitkan dengan momen "tutup buku" amalan manusia selama setahun terakhir sebelum dilaporkan kepada Allah Swt. Memang benar, setiap hari amalan kita dicatat. Namun, pada bulan Sya'ban inilah terdapat momentum spesial di mana laporan tahunan tersebut diangkat.

Dari Aisyah RA, meriwayatkan bahwa Rasulullah saw. bersabda:

"Pada malam Nisfu Sya'ban, Allah turun ke langit dunia dan mengampuni dosa umat-Nya, kecuali orang yang musyrik atau orang yang bermusuhan." (HR. Ibnu Majah)

Selain sebagai waktu pengampunan, Sya'ban secara keseluruhan adalah bulan yang dicintai oleh Nabi Muhammad saw. Beliau tercatat melakukan ibadah puasa sunah lebih banyak di bulan ini dibandingkan bulan-bulan lainnya, selain Ramadan tentunya.

Di Indonesia, tradisi merayakan malam Nisfu Sya'ban sangat beragam. Ada yang berkumpul di masjid untuk membaca Surat Yasin sebanyak tiga kali secara berjemaah, ada pula yang mengisinya dengan doa-doa khusus memohon panjang umur dalam ketaatan, keluasan rezeki yang halal, serta ketetapan iman.

Fenomena sosial-keagamaan ini memperkuat ikatan silaturahmi antarwarga, membuktikan bahwa agama dan budaya bisa berjalan beriringan dengan harmonis.

Amalan yang Dapat Dikerjakan selama Bulan Sya'ban

Amalan malam Nisfu Sya'ban memang penting. Namun, konsistensi sepanjang bulan akan memberikan dampak yang lebih mendalam bagi jiwa kita.

Berikut adalah beberapa aktivitas positif yang dapat Kawan GNFI terapkan selama bulan ini:

  1. Memperbanyak Puasa Sunah
    Mencoba berpuasa Senin dan Kamis atau puasa Ayyamul Bidh (13, 14, 15 Sya'ban) dan juga beberap hari setelah tanggal 15 Sya'ban.
  2. Membayar Hutang Puasa (Qadha)
    Nah, poin ini penting, Sya'ban adalah "deadline" terakhir bagi Kawan GNFI yang masih memiliki hutang puasa Ramadan tahun lalu.
  3. Memperbanyak Selawat dan Membaca Al-Qur'an
    Jika biasanya kita jarang menyentuh Al-Qur'an karena kesibukan pekerjaan, mulailah dengan satu lembar sehari di bulan Sya'ban ini.
  4. Mempererat Silaturahmi
    Mengingat salah satu syarat mendapatkan ampunan di malam Nisfu Sya'ban adalah terbebas dari rasa benci, maka inilah saat yang tepat untuk meminta maaf.
  5. Memperbanyak Doa di Malam Nisfu Sya'ban
    Pada malam pertengahan Sya'ban nanti, sempatkanlah untuk berdoa. Sampaikan segala hajat, kegelisahan, dan harapan Kawan GNFI kepada Sang Pencipta.
baca juga

Melalui persiapan yang matang, kita tidak hanya menyambut Ramadan sebagai rutinitas tahunan, melainkan sebagai transformasi diri yang nyata.

Mari manfaatkan setiap detik di bulan Sya'ban ini dengan sebaik-baiknya. Semoga Allah menyampaikan umur kita hingga ke bulan Ramadan dengan kondisi kesehatan dan keimanan yang baik.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Muhammad Saddam Amtael Soerawijaya lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Muhammad Saddam Amtael Soerawijaya.

MS
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.