bidik pasar asean bulog siapkan 1 juta ton beras premium untuk ekspor - News | Good News From Indonesia 2026

Bidik Pasar ASEAN, Bulog Siapkan 1 Juta Ton Beras Premium untuk Ekspor

Bidik Pasar ASEAN, Bulog Siapkan 1 Juta Ton Beras Premium untuk Ekspor
images info

Dok. Canva


 

Perum Bulog menyiapkan 1 juta ton beras kualitas premium untuk diekspor pada tahun 2026. Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyatakan bahwa pihaknya sedang melakukan penjajakan pasar melalui koordinasi dengan atase perdagangan negara-negara di kawasan Asia Tenggara. Meskipun proses negosiasi masih dalam tahap awal, pemerintah sedang menunggu respons dari negara-negara tetangga terkait kepastian negara tujuan ekspor.

Langkah ini merupakan instruksi langsung dari Menteri Pertanian selaku Kepala Badan Pangan Nasional untuk menguji daya saing komoditas pangan Indonesia di pasar internasional. Jenis beras yang dialokasikan adalah kategori premium guna menyasar segmen pasar global yang lebih spesifik. Pemerintah memproyeksikan daftar negara peminat akan mulai mengerucut dalam beberapa bulan ke depan seiring berjalannya proses diplomasi perdagangan.

"Bulog sudah menyiapkan 1 juta sesuai dengan arahan Bapak Mentan selaku Kepala Bapanas. Kami stokkan 1 juta untuk ekspor nanti itu dengan kualitas premium. Nanti mungkin dalam beberapa minggu atau berapa bulan ke depan mungkin sudah ada jawaban dari beberapa negara-negara tersebut," ujar Ahmad Rizal Ramdhani.

Terkait keamanan stok di dalam negeri, Bulog menjamin bahwa rencana ekspor ini tidak akan mengganggu Cadangan Beras Pemerintah (CBP). Saat ini stok beras nasional tercatat sebesar 3,25 juta ton. Jika dialokasikan 1 juta ton untuk ekspor, sisa cadangan sebesar 2,25 juta ton dinilai masih mencukupi untuk kebutuhan pasar domestik selama masa perayaan Imlek, Ramadan, hingga Idulfitri.

Rencana ekspor ini didasarkan pada adanya surplus produksi pertanian nasional yang signifikan. Pemerintah berupaya memanfaatkan kelebihan stok tersebut sebagai peluang ekonomi di pasar regional dengan tetap memprioritaskan ketersediaan pangan bagi konsumen lokal. Keberhasilan program ini ditargetkan mampu memperkuat posisi tawar sektor pertanian Indonesia dalam peta perdagangan pangan global.

 

(11 Januari 2026)

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.