Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebutkan bahwa fokus utama pemerintah tahun ini adalah implementasi biodiesel B40 secara merata. Meskipun B40 sudah berjalan, pemerintah tetap menyiapkan skenario untuk transisi ke B50 yang kajiannya dilakukan secara terus-menerus guna mempertimbangkan kestabilan harga kelapa sawit serta kesiapan industri otomotif nasional.
Penerapan bahan bakar nabati ini terbukti memberikan dampak positif bagi lingkungan dan ekonomi negara. Penggunaan campuran minyak sawit pada bahan bakar telah berhasil menghemat emisi karbon sekitar 42 juta ton sekaligus menekan ketergantungan pada impor solar. Penghematan devisa yang dihasilkan mencapai Rp8 miliar sehingga memperkuat cadangan devisa negara di tengah fluktuasi harga energi global.
“Tahun ini arahan Pak Presiden tetap B40. Untuk B50 kajian harus dilakukan terus-menerus seiring dengan percobaan yang dilakukan oleh industri otomotif,” ujar Menko Perekonomian Airlangga Hartarto.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


