capai swasembada beras bulog usul pendanaan apbn untuk serap produksi lokal - News | Good News From Indonesia 2026

Capai Swasembada Beras, Bulog Usul Pendanaan APBN untuk Serap Produksi Lokal

Capai Swasembada Beras, Bulog Usul Pendanaan APBN untuk Serap Produksi Lokal
images info

Dok. Canva


Kemandirian pangan nasional mencatatkan pencapaian di awal tahun 2026 dengan ketersediaan stok beras yang melimpah hasil produksi petani domestik.

Badan Pangan Nasional melaporkan stok awal tahun ini melonjak hingga 203 persen dibandingkan periode dua tahun lalu sehingga pemerintah memutuskan untuk meniadakan impor beras konsumsi maupun bahan baku industri sepanjang tahun berjalan. Cadangan Beras Pemerintah yang dikelola Bulog kini berada di angka 3,248 juta ton sehingga stabilitas pasokan untuk kebutuhan Ramadan dan Idulfitri mendatang dipastikan dalam kondisi sangat aman.

Keberhasilan swasembada ini ditandai dengan tingginya persediaan sisa dari tahun 2025 yang mampu mencukupi kebutuhan konsumsi nasional hingga lima bulan ke depan. Pemerintah mendorong pengoptimalan bahan baku lokal guna memperkuat kedaulatan pangan nasional sehingga ketergantungan pada pasar global dapat ditekan sepenuhnya.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa capaian stok saat ini merupakan yang tertinggi dalam sejarah karena didukung oleh produktivitas lahan yang meningkat di berbagai sentra pertanian.

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menjelaskan strategi penyerapan gabah untuk tahun ini guna menjaga momentum swasembada tersebut.

"Anggaran sedang kita siapkan, kami koordinasikan secepatnya dengan Kementerian Keuangan khususnya untuk tugas penyerapan empat juta ton beras ditambah satu juta ton jagung. Harapan kami kita dapat dukungan dana APBN sehingga tidak ada bunga-bunga lagi dari perbankan," ujar Rizal.

Langkah pengajuan dana langsung atau skema bunga rendah melalui Operator Investasi Pemerintah diambil untuk menjaga efisiensi likuiditas perusahaan saat masa panen raya tiba. Peningkatan target cadangan beras pemerintah dari tiga juta menjadi empat juta ton tahun ini bertujuan agar intervensi pasar melalui program SPHP dan penyaluran bantuan pangan dapat dilakukan secara lebih agresif.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.