Pemerintah Kabupaten Cianjur sedang menyiapkan operasional kereta api wisata Jaka Lalana relasi Gambir-Cianjur sebagai upaya menambah Pendapatan Asli Daerah. Jalur kereta langsung dari Jakarta ini ditujukan untuk menarik minat warga ibu kota agar berkunjung ke Cianjur sehingga sektor fiskal daerah terbantu di tengah pengetatan anggaran.
Wilayah Cianjur memiliki bentangan alam yang kontras, mulai dari area pegunungan di utara hingga hamparan pasir pantai sepanjang 77 kilometer di selatan. Bupati Cianjur Muhammad Wahyu Ferdian menyatakan bahwa jalur kereta ini harus dimanfaatkan untuk mengejar target pendapatan. Selain akses dari Jakarta, rencana reaktivasi jalur kereta menuju Bandung oleh PT KAI diharapkan mampu memperluas konektivitas wisatawan dari arah lain.
"Untuk pendapatan asli daerah tahun ini, kita menangkap kesempatan dan peluang dari sektor pariwisata karena jalur kereta dari Jakarta ke Cianjur sudah terbuka. Wisatawan mungkin menginginkan suasana yang berbeda, tempat wisata yang berbeda," ujar Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian.
Guna mendukung rencana tersebut, pembenahan mulai dilakukan di sekitar Stasiun Cianjur. Pemerintah daerah berencana menyediakan armada shuttle untuk mengangkut wisatawan dari stasiun menuju berbagai lokasi wisata. Koordinasi dengan pemilik hotel, restoran, dan UMKM juga terus dilakukan untuk memastikan kesiapan layanan saat jumlah pengunjung bertambah.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


