Capaian investasi nasional pada periode Januari hingga Desember 2025 menunjukkan tren pergeseran yang signifikan ke wilayah luar Pulau Jawa.
Dari total realisasi sebesar Rp1.931,2 triliun, kawasan di luar Jawa berhasil menarik modal sebesar Rp991,2 triliun atau mencakup 51,3 persen dari keseluruhan investasi. Angka ini melampaui raihan di Pulau Jawa yang tercatat sebesar Rp940,0 triliun.
Masuknya modal dalam skala besar ke daerah-daerah luar Jawa turut memberikan dampak nyata pada penyerapan tenaga kerja yang mencapai lebih dari 2,7 juta orang secara nasional. Pertumbuhan ini didorong oleh kuatnya Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) yang mencapai Rp1.030,3 triliun, mengungguli kontribusi Penanaman Modal Asing (PMA) yang berada di angka Rp900,9 triliun.
"Target realisasi investasi 2025 sebesar Rp1.905,6 triliun tercapai dan bahkan melebihi sedikit dari target yang dicanangkan. Dari sisi sebaran wilayah, investasi di Pulau Jawa tercatat Rp940,0 triliun atau 48,7 persen, sedangkan kawasan di luar Jawa menyerap Rp991,2 triliun atau 51,3 persen. Total realisasi investasi sudah mencapai Rp1.931,2 triliun," ujar Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Roeslani.
Pencapaian luar Jawa ini didukung oleh berbagai proyek hilirisasi dan pengembangan sumber daya alam yang tersebar di wilayah Sumatra, Kalimantan, hingga Indonesia Timur. Singapura masih menjadi negara asal investasi asing terbesar, disusul oleh Hong Kong dan China yang aktif menanamkan modal pada sektor industri strategis.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


