Prof. Dr. Aulanni’am dari Universitas Brawijaya (UB) berhasil mengembangkan Rapid Test Kit yang dirancang khusus untuk mendiagnosis penyakit feline panleukopenia pada kucing secara dini.
Inovasi ini hadir sebagai solusi bagi para tenaga medis hewan untuk mendapatkan hasil diagnosis yang cepat, akurat, dan hemat biaya tanpa harus bergantung pada proses laboratorium yang memakan waktu lama.
Feline panleukopenia dikenal sebagai salah satu infeksi virus paling mematikan bagi populasi kucing. Alat diagnosis ini bekerja dengan prinsip reaksi antigen-antibodi, serupa dengan metode yang digunakan pada perangkat rapid test manusia, namun dioptimalkan khusus untuk kebutuhan veteriner.
“Alat ini kami kembangkan agar tenaga medis hewan dapat melakukan diagnosis dengan lebih cepat tanpa harus menunggu hasil laboratorium yang memakan waktu lama,” ujar Profesor bidang Biokimia Molekuler tersebut.
Mekanisme penggunaan alat ini sangat sederhana sehingga dapat mempermudah proses skrining di klinik maupun lapangan. Pengguna cukup mengambil sampel feses melalui swab anus, mencampurkannya ke dalam larutan buffer, lalu meneteskan hasilnya ke strip uji. Hasil diagnosis akan muncul dalam hitungan menit melalui indikator garis yang mudah dibaca.
Saat ini, ketersediaan perangkat masih terbatas untuk kalangan dokter hewan dan mitra penelitian guna pengumpulan data lapangan serta penyempurnaan produk.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


