investor incar cikarang dan karawang untuk pengembangan pusat data raksasa - News | Good News From Indonesia 2026

Investor Incar Cikarang dan Karawang untuk Pengembangan Pusat Data Raksasa

Investor Incar Cikarang dan Karawang untuk Pengembangan Pusat Data Raksasa
images info

Dok. Shutterstock


Pertumbuhan pesat teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) mulai mengubah arah investasi properti di Indonesia, khususnya dalam penyediaan lahan penunjang infrastruktur digital.

Kawasan industri di Cikarang dan Karawang menjadi primadona baru bagi para investor hyperscaler karena ketersediaan lahan yang luas serta dukungan infrastruktur sumber listrik mandiri yang stabil. Sektor ini dianggap lebih defensif dan memiliki potensi pertumbuhan yang konsisten di tengah dinamika pasar properti konvensional.

Industri data center nasional diperkirakan akan terus tumbuh sekitar 14% hingga 16,8% per tahun hingga 2028 mendatang. Kondisi ini membuat persaingan pengadaan infrastruktur digital semakin ketat, sehingga faktor ketersediaan energi, air bersih, dan konektivitas menjadi penentu utama daya saing suatu wilayah. Selain koridor Cikarang-Karawang, Batam juga mulai diposisikan sebagai hub regional yang strategis berkat letak geografisnya yang mendukung konektivitas lintas negara.

"Pasar investasi properti di Indonesia saat ini tengah mengalami tren diversifikasi. Investor semakin aktif menjajaki sektor-sektor alternatif yang menawarkan stabilitas serta potensi pertumbuhan jangka panjang, dengan data center muncul sebagai salah satu segmen paling menarik. Penguatan kesiapan infrastruktur, khususnya ketersediaan listrik dan akses air bersih, akan menjadi faktor kunci untuk memastikan Indonesia tetap kompetitif sebagai tujuan investasi di kawasan," ujar Country Head JLL Indonesia, Farazia Basarah.

Secara global, kapasitas pusat data diperkirakan akan melonjak hingga 200 GW pada tahun 2030, di mana beban kerja AI diproyeksikan mencakup separuh dari total kapasitas tersebut. Peningkatan kebutuhan komputasi masif ini memicu apa yang disebut sebagai supercycle investasi infrastruktur digital.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.