isu penutupan langit china airnav sebut rute penerbangan internasional aman - News | Good News From Indonesia 2026

Isu Penutupan Langit China, AirNav Sebut Rute Penerbangan Internasional Aman

Isu Penutupan Langit China, AirNav Sebut Rute Penerbangan Internasional Aman
images info

Foto: Canva


AirNav Indonesia memastikan operasional penerbangan dari dan menuju Indonesia tidak terpengaruh oleh isu penutupan ruang udara China yang dikabarkan berlangsung selama 40 hari.

Berdasarkan analisis navigasi, area pembatasan yang ditetapkan otoritas China berada di wilayah pedalaman dan tidak bersinggungan dengan jalur udara internasional yang digunakan oleh maskapai nasional.

Klarifikasi ini muncul untuk meredam kekhawatiran terkait pengalihan rute besar-besaran. AirNav menegaskan bahwa setiap pembatasan ruang udara wajib diterbitkan melalui Notice to Air Missions (NOTAM) agar diakui secara operasional.

Hasil pantauan pada unit Aeronautical Information Services menunjukkan tidak ada NOTAM penutupan permanen, melainkan hanya penetapan kawasan berbahaya sementara (Temporary Danger Area) di beberapa titik tertentu.

“Tidak terdapat dampak operasional terhadap penerbangan dari/ke Indonesia. Pola NOTAM yang berulang dengan durasi singkat lebih mencirikan latihan militer terjadwal dibandingkan penutupan ruang udara permanen,” tulis AirNav dalam keterangan resminya, Sabtu (11/4).

Data teknis mencatat pembatasan hanya terjadi di Guangzhou FIR, Lanzhou FIR, dan Kunming FIR dengan durasi yang sangat singkat, berkisar antara 21 hingga 39 menit per sesi.

Status pembatasan Surface to Unlimited (SFC-UNL) memang melarang penuh penerbangan sipil, namun sifatnya yang temporal dan berlokasi di wilayah seperti Gansu serta Yunnan/Tibet membuatnya tidak berdampak nyata pada konektivitas udara Indonesia.

Meskipun laporan global dari media internasional menyebut adanya penutupan wilayah lepas pantai mulai akhir Maret hingga Mei 2026, AirNav Indonesia tetap berpegang pada data real-time navigasi internasional.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.