Pemerintah Kota Probolinggo meraih penghargaan sebagai daerah berprestasi peringkat ketiga nasional dalam kategori Pengendalian Inflasi Terbaik tahun 2026 dari Kementerian Dalam Negeri. Atas pencapaian ini, pemerintah pusat menyalurkan dana bantuan insentif fiskal senilai Rp1 miliar kepada otoritas kota setempat.
Pemberian insentif ini dirancang oleh Kemendagri sebagai instrumen untuk memacu iklim kompetisi yang sehat antarpemerintah daerah dalam meningkatkan kinerja pelayanan publik. Selain aspek stabilitas ekonomi, apresiasi berkala ini juga menyasar indikator penanggulangan kemiskinan, penurunan angka stunting, hingga inovasi pembiayaan daerah.
"Acara itu memberikan reward kepada rekan-rekan atas kinerja-kinerjanya. Kemendagri juga minta maaf kadang-kadang bikin surat edaran, bikin surat teguran. Kali ini kami berikan apresiasinya supaya imbang, timbul iklim kompetisi dan juga ada semangat untuk saling bersaing,” tutur Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian.
Akselerasi performa ekonomi di wilayah Jawa Timur tersebut ditopang oleh langkah Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) bersama instrumen perangkat daerah dan pelaku usaha.
Sejumlah program intervensi yang dijalankan meliputi pemantauan harga sembako secara rutin, penyelenggaraan operasi pasar berkala, hingga perluasan kemitraan logistik antardaerah.
Penghargaan diserahkan secara langsung oleh Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi kepada Wali Kota Probolinggo Aminuddin dalam agenda seremonial wilayah Jawa-Bali di Yogyakarta.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


