jaga stabilitas harga sisa beras sphp 2025 disalurkan hingga akhir januari - News | Good News From Indonesia 2026

Jaga Stabilitas Harga, Sisa Beras SPHP 2025 Disalurkan Hingga Akhir Januari

Jaga Stabilitas Harga, Sisa Beras SPHP 2025 Disalurkan Hingga Akhir Januari
images info

Dok. Canva


Badan Pangan Nasional (Bapanas) memperpanjang penyaluran sisa kuota beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) tahun anggaran 2025 hingga 31 Januari 2026. Kebijakan ini diambil untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan beras di tingkat masyarakat pada awal tahun. Langkah tersebut memanfaatkan skema Rekening Penampungan Akhir Tahun Anggaran (RPATA) agar dana pekerjaan yang belum selesai di akhir tahun dapat digunakan secara optimal pada bulan ini.

Sekretaris Utama Bapanas Sarwo Edhy menyatakan bahwa percepatan penyaluran ini mencakup sisa target sekitar 697,1 ribu ton dari tahun lalu. Bapanas telah memberikan instruksi kepada Bulog agar akselerasi penyaluran dilakukan secara maksimal sebelum program periode 2026 dimulai. Penggunaan sisa stok ini bertujuan untuk mengantisipasi fluktuasi harga yang biasanya terjadi setelah masa libur tahun baru.

"Bapanas telah menginformasikan kepada Bulog bahwa SPHP beras tahun 2025 masih dapat dilanjutkan sampai 31 Januari 2026. Jadi sisa target dapat terus diakselerasi seoptimal mungkin," ungkap Sarwo Edhy.

Pemerintah sedang menyiapkan peluncuran program SPHP periode 2026 yang dijadwalkan mulai pada 1 Februari mendatang. Target penyaluran untuk tahun ini ditetapkan sebesar 1,5 juta ton berdasarkan hasil koordinasi tingkat menteri. Peningkatan target tersebut didukung oleh kondisi Cadangan Beras Pemerintah (CBP) di gudang Bulog yang tercatat sebesar 3,25 juta ton pada akhir 2025.

Jumlah stok pangan nasional pada awal 2026 ini mengalami peningkatan lebih dari 200 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024. Intervensi pasar dilakukan melalui berbagai saluran seperti pasar rakyat, ritel modern, dan Koperasi Desa Merah Putih.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.