Bentangan pasir di Pantai Sepanjang kini sedang bersiap tampil dengan wajah baru yang lebih tertata dan lapang. Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih menegaskan komitmennya untuk mengubah kawasan ini menjadi destinasi unggulan yang menyerupai Pantai Jimbaran di Bali. Salah satu langkah yang diambil adalah melarang pedagang melakukan pengaplingan lahan dengan payung atau tikar permanen sehingga wisatawan dapat menikmati pemandangan laut secara bebas tanpa merasa terkotak-kotak oleh kepentingan komersial.
Rencana penataan ini tidak hanya menyasar keindahan estetika pada siang hari tetapi juga berupaya menghidupkan ekonomi wisata saat malam hari. Kawasan pantai akan dilengkapi dengan lampu penerangan yang memadai serta jalur pedestrian sepanjang 550 meter untuk memudahkan pengunjung berjalan santai di pinggir laut. Pedagang diperbolehkan menggelar meja dan kursi untuk melayani tamu saat malam hari dengan syarat seluruh peralatan tersebut harus sudah bersih dan dikembalikan ke kios masing-masing sebelum pukul 06.00 pagi.
Proses pembenahan ini melibatkan kolaborasi berbagai dinas untuk memastikan pembangunan berjalan menyeluruh. Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul telah menyiapkan anggaran sebesar Rp3,5 miliar untuk membangun infrastruktur dasar seperti jalan, talud, dan drainase pada tahun 2026. Selain konstruksi bangunan, aspek pelestarian alam juga tetap diperhatikan dengan rencana penanaman tanaman pandan di sepanjang talud untuk menjaga ekosistem alami pantai tetap terjaga.
Keberhasilan penataan di Pantai Sepanjang ini nantinya akan dijadikan tolok ukur atau percontohan bagi pengembangan kawasan pantai lainnya di wilayah Gunungkidul. Dengan tidak adanya kios yang menutupi pemandangan pantai dan aturan yang lebih tertib, diharapkan daya tarik wisata daerah ini akan semakin meningkat sehingga mampu mengundang lebih banyak pengunjung.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


