Pemerintah tengah melakukan percepatan pembangunan Proyek Sekolah Rakyat (SR) di berbagai wilayah.
Proyek ini ditargetkan rampung dan siap digunakan pada dimulainya tahun ajaran baru 2026 guna mendukung agenda prioritas peningkatan kualitas sumber daya manusia nasional.
BUMN konstruksi PT Brantas Abipraya (Persero) selaku pelaksana proyek telah melakukan berbagai langkah optimalisasi, mulai dari peningkatan pengawasan teknis hingga manajemen proyek yang lebih ketat.
Pada beberapa lokasi strategis, pekerjaan bahkan dilakukan secara intensif selama 24 jam dengan mengerahkan hingga 500 tenaga kerja per titik lokasi yang bekerja secara bergantian.
“Saya ingin setiap pembangunan Sekolah Rakyat ini tidak hanya selesai tepat waktu, tetapi juga memenuhi standar kualitas terbaik. Ini menyangkut masa depan generasi bangsa,” ujar Menteri PU, Dody Hanggodo, Selasa (21/4).
Secara desain, Sekolah Rakyat mengusung konsep lingkungan belajar terpadu berbasis asrama dengan fasilitas yang seragam di seluruh Indonesia.
Kompleks ini mencakup gedung sekolah dari jenjang SD hingga SMA, asrama siswa, rumah susun untuk guru, serta fasilitas pendukung seperti rumah ibadah, gedung serbaguna, kantin, dan sarana olahraga terintegrasi.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


