Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan optimismenya untuk mencapai target produksi minyak nasional atau lifting sebesar 900.000 hingga 1 juta barel per hari (bph) pada tahun 2029-2030.
Langkah ini didorong oleh strategi ganda yang fokus pada pemeliharaan fasilitas produksi berjalan sekaligus percepatan eksplorasi di blok-blok migas baru.
Temuan cadangan migas raksasa di Kalimantan Timur, khususnya di Sumur Geliga Blok Ganal, menjadi motor penggerak utama untuk mewujudkan ambisi tersebut mulai tahun 2028.
Sumur Geliga yang dikelola oleh Eni dilaporkan memiliki potensi gas mencapai 5 triliun cubic feet (TCF) dan kondensat sekitar 300 juta barel setara minyak. Temuan ini dikategorikan sebagai giant discovery yang diproyeksikan mampu menekan angka impor energi secara signifikan dalam jangka panjang.
Pemerintah mematok target lifting minyak tahun 2026 sebesar 610.000 bph sebagai basis awal sebelum mengalami peningkatan bertahap. Produksi kondensat dari Blok Ganal sendiri ditargetkan mulai masuk ke sistem pada 2028 sebesar 90.000 bph dan naik menjadi 150.000 bph pada tahun berikutnya.
Di sisi gas, produksi dari blok tersebut diharapkan meningkat dari posisi saat ini di kisaran 600-700 MM menjadi 2.000 MM pada 2028, hingga mencapai puncaknya di angka 3.000 MM pada 2030.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


