Proyek RDMP Balikpapan resmi beroperasi sebagai kilang modern yang menghasilkan produk petrokimia dan BBM standar Euro 5. Melalui unit RFCC Complex, sisa residu minyak kini diolah menjadi propylene dan sulfur untuk kebutuhan industri manufaktur. Fasilitas ini meningkatkan efisiensi pengolahan bahan mentah sekaligus memperkuat hilirisasi energi nasional.
Kualitas BBM yang dihasilkan meningkat drastis dengan kandungan sulfur rendah hanya 10 ppm. Peningkatan standar dari Euro 2 ke Euro 5 ini menjadikan produk kilang lebih ramah lingkungan. Kapasitas pengolahan kilang saat ini mencapai 360 ribu barel per hari sehingga memperkokoh kedaulatan energi domestik.
"Kilang Balikpapan mengalami peningkatan signifikan dari standar Euro 2 menjadi standar Euro 5 dengan kandungan sulfur hanya 10 ppm. Selain itu, kilang akan mampu menghasilkan produk petrokimia. Ini merupakan lompatan besar dalam peningkatan kualitas BBM nasional," jelas Muhammad Baron, VP Corporate Communication Pertamina.
Produksi LPG nasional bertambah 336 ribu ton per tahun berkat operasional fasilitas baru ini. Penambahan tersebut ditargetkan dapat memangkas ketergantungan pada impor LPG secara signifikan. Langkah ini merupakan implementasi strategi pemerintah untuk mendapatkan nilai tambah maksimal dari pengelolaan minyak bumi di dalam negeri.
Pemanfaatan minyak residu menjadi produk bernilai tinggi seperti nafta kini dapat dilakukan secara optimal. Kilang ini berfungsi sebagai penyokong utama swasembada energi dan bahan baku industri nasional. Modernisasi tersebut memastikan pasokan energi yang lebih bersih untuk mendukung aktivitas ekonomi secara luas.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


