Kota Tangerang mencatatkan lonjakan grafik kunjungan wisatawan yang signifikan pada musim libur panjang tahun ini. Capaian angka kunjungan yang menyentuh angka 119.680 orang tersebut memperkuat posisi wilayah sebagai salah satu tujuan wisata urban di Jabodetabek.
Pemerintah Kota Tangerang memacu pengembangan potensi daerah lewat strategi penataan identitas kota secara terintegrasi. Langkah ini disiapkan untuk mendongkrak daya saing wilayah serta memperluas peluang masuknya investasi baru di sektor industri kreatif hulu.
“Strategi branding wilayah perlu didalami agar mampu menarik investor, wisatawan, pelaku usaha, hingga talenta kreatif. Kita ingin semua potensi itu dapat dikemas lebih terarah dan terintegrasi,” urai Wakil Wali Kota Tangerang Maryono Hasan.
Arus kedatangan pelancong luar daerah ikut memberikan dampak pada perputaran roda ekonomi masyarakat setempat, terutama bisnis penginapan. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tangerang mencatat grafik okupansi penginapan dan hotel melesat hingga rata-rata 2.000 konsumen per hari sepanjang musim liburan.
Tercatat pula pergeseran minat kunjungan di lapangan, dengan objek wisata ruang publik terbuka seperti alun-alun kota serta jaringan taman tematik menjadi lokasi yang paling ramai diserbu masyarakat.
Pergerakan angka kunjungan di area rekreasi buatan tersebut sukses mendominasi total kuota pelesiran, mengungguli tingkat keterisian di klaster wisata belanja dan kuliner.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


