Badan Kepegawaian Negara (BKN) mengonfirmasi bahwa sebaran poster dan tautan pendaftaran seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang viral di media sosial adalah hoaks. Hingga pertengahan Juni 2026, pemerintah belum merilis pengumuman resmi mengenai pembukaan masa registrasi aparatur sipil negara.
Masyarakat diminta jeli melihat ciri visual dari media informasi palsu tersebut yang menggunakan alamat domain tidak resmi di luar situs lembaga pemerintahan. Narasi yang dipakai dalam poster itu cenderung memaksa pembaca untuk segera mengakses kiriman tautan tertentu guna mempermudah proses penyaringan.
"Poster yang beredar menunjukkan sejumlah indikasi mencurigakan, mulai dari penggunaan tautan yang bukan domain resmi pemerintah hingga penggunaan narasi yang mendorong masyarakat untuk segera mengklik tautan tertentu," urai Juru Bicara BKN Wisudo Putro Nugroho.
Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) menegaskan bahwa prioritas kerja saat ini masih berfokus pada perancangan kebutuhan formasi pegawai di tingkat hulu. Struktur rekrutmen mendatang disiapkan secara ketat untuk menyaring kompetensi spesifik guna mengisi kekosongan kuota dari sekitar 160 ribu aparatur yang memasuki masa pensiun.
Aktivitas penyebaran tautan pendaftaran palsu ini diidentifikasi sebagai modus kejahatan siber atau phising yang bertujuan menjerat data identitas sensitif seperti NIK, nomor telepon, hingga foto KTP pelamar.
BKN mengimbau warga untuk terus meningkatkan literasi digital dan hanya memantau pembaruan berkala lewat portal tunggal SSCASN milik negara.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


