Indonesia mulai mengurangi ketergantungan pada bensin impor seiring dengan beroperasinya proyek pembangunan kilang raksasa di Balikpapan. Fasilitas ini dirancang untuk meningkatkan produksi bensin dengan nilai oktan tinggi hingga 5,5 juta kiloliter per tahun sehingga kebutuhan dalam negeri untuk produk RON 92 ke atas dapat dipenuhi secara mandiri.
Peningkatan kapasitas produksi ini dimungkinkan melalui unit pengolah minyak mentah yang mampu mengubah residu menjadi produk bahan bakar berkualitas tinggi. Kapasitas pengolahan minyak mentah di fasilitas tersebut kini telah meningkat menjadi 360 ribu barel per hari.
Selain memproduksi bensin, penguatan infrastruktur ini juga diproyeksikan mampu menyetop impor solar pada pertengahan 2026 karena ketersediaan pasokan dari produksi domestik yang sudah melampaui kebutuhan nasional.
"Melalui optimalisasi RDMP Kilang Balikpapan, produksi bensin dengan nilai oktan di atas RON 90 dapat ditingkatkan hingga 5,5 juta kl per tahun. Ke depan, kita dapat menyetop impor bensin RON 92, 95, dan 98 serta mengurangi impor bensin RON 90. Kualitasnya sangat bagus sekali, sudah menuju setara dengan Euro 5," ujar Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia.
Penyaluran hasil produksi dari kilang ini juga didukung oleh integrasi tangki penyimpanan berkapasitas jutaan barel serta terminal BBM yang melayani wilayah Indonesia bagian timur.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


