Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memberikan kepastian bahwa Proyek Dragon, yakni pabrik baterai berbahan baku nikel terintegrasi milik Contemporary Amperex Technology Co. Limited (CATL) di Karawang, dijadwalkan bakal diresmikan pada semester pertama tahun 2026.
Nilai investasinya yang sangat fantastis, yakni mencapai US$5,9 miliar atau sekitar Rp96 triliun. Pemerintah mengalkulasi bahwa ekosistem industri baterai terintegrasi ini mampu menghasilkan nilai tambah hingga delapan kali lipat dari nilai investasinya.
Bukan hanya soal keuntungan finansial, keberadaan pabrik ini juga disebut menjadi kunci bagi Indonesia untuk mengurangi ketergantungan pada impor BBM serta menghemat anggaran subsidi energi hingga US$58 miliar per tahunnya.
Pabrik ini sendiri dikelola oleh konsorsium besar yang melibatkan Aneka Tambang (Antam) dan Indonesia Battery Corporation (IBC). Setelah peletakan batu pertama dilakukan oleh Presiden Prabowo Subianto pada pertengahan 2025 lalu, pengerjaan konstruksi terus dikebut agar target peresmian di awal tahun ini tidak meleset.
Dengan beroperasinya pabrik CATL nanti, Indonesia akan resmi memiliki dua pabrik baterai sel besar di Karawang, menyusul pabrik HLI Green Power yang sudah lebih dulu beroperasi sejak 2024.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


