Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengumumkan peluncuran proyek waste-to-energy atau pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) di 34 titik kabupaten dan kota.
Fokus utamanya adalah wilayah-wilayah yang sudah memiliki tumpukan sampah harian mencapai lebih dari 1.000 ton sehingga penanganan sesegera mungkin menjadi sangat mendesak demi menjaga kesehatan masyarakat dan kelestarian lingkungan.
Program ini adalah salah satu dari 18 proyek hilirisasi strategis yang mulai dikerjakan pada kuartal pertama 2026 dengan nilai investasi total mencapai Rp600 triliun. Sampah yang sebelumnya menumpuk dan mencemari lahan akan diolah menjadi panas, listrik, atau bahan bakar alternatif yang jauh lebih bermanfaat bagi kebutuhan energi daerah.
Selain mengurangi ketergantungan pada energi konvensional seperti batu bara, proyek ini diharapkan mampu menekan volume sampah terbuka secara signifikan.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


