Rencana pembangunan jalur tol baru di kawasan Lembah Anai mendapatkan lampu hijau untuk segera masuk ke tahap persiapan teknis.
Proyek ini dirancang sebagai solusi jangka panjang mengingat jalur utama di wilayah tersebut sering kali terputus akibat bencana longsor dan banjir bandang. Dengan adanya persetujuan ini, fokus penanganan infrastruktur di Sumatera Barat kini bergeser dari sekadar perbaikan darurat menuju pembangunan jalur alternatif permanen yang lebih stabil.
Pembangunan infrastruktur ini direncanakan melalui berbagai tahapan mulai dari penyusunan studi kelayakan hingga kajian lingkungan (Amdal). Salah satu poin krusial dalam rencana ini adalah pembangunan terowongan atau tunnel yang akan menembus bukit, sehingga kendaraan tidak lagi bergantung sepenuhnya pada ruas jalan eksisting yang berada di tepian tebing dan aliran sungai. Meski diprediksi membutuhkan waktu pengerjaan hingga dua tahun, keberadaan jalan tol ini dinilai sangat mendesak demi keamanan mobilitas logistik.
"Rencana pembangunan tol ini merupakan solusi jangka panjang infrastruktur di wilayah tersebut yang sering longsor. Kita akan buat jalan tol baru, tembus terowongan segala macam itu juga akan kita kerjakan secara permanen. Tahapannya memang lagi desain, persiapan studi kelayakan, Amdal, dan DPT untuk menuju ke proses pembangunan konstruksinya," ujar Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo.
Inisiatif pembangunan lanjutan Tol Sicincin-Bukittinggi via Lembah Anai ini mengemuka setelah serangkaian peninjauan lapangan yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Jalur alternatif tersebut direncanakan akan masuk sebelum kawasan Lembah Anai dan keluar di area dekat Sate Mak Syukur, Padang Panjang.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


