Badan Pusat Statistik (BPS) melanjutkan pengiriman mahasiswa Politeknik Statistika STIS (Polstat STIS) ke wilayah terdampak bencana di Sumatera melalui pelepasan gelombang kedua di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis (15/1/2026). Langkah ini merupakan bagian dari mobilisasi bertahap untuk memenuhi target 510 mahasiswa yang akan diterjunkan sebagai tim pendataan lapangan.
Dalam pelepasan tahap kedua ini, Kepala BPS RI Amalia Adininggar Widyasanti melepas 120 mahasiswa tambahan yang bertolak menggunakan pesawat C-130 Hercules TNI Angkatan Udara. Hingga saat ini, total 240 mahasiswa telah diberangkatkan menggunakan armada militer, sementara sisanya akan menyusul secara bertahap menggunakan pesawat komersial hingga mencapai kuota lengkap.
“Pendataan ini merupakan wujud kontribusi mahasiswa, tidak hanya untuk keilmuan tetapi juga kepada masyarakat. Sekaligus, ini akan menjadi tulang punggung penyediaan data untuk percepatan rehabilitasi di wilayah terdampak,” ujar Amalia saat memberikan arahan.
Nantinya, 510 mahasiswa yang terdiri dari 227 mahasiswa dan 283 mahasiswi ini akan disebar ke Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Para mahasiswa akan bertugas sebagai enumerator lapangan bersama pegawai BPS Pusat dan daerah. Fokus utama mereka adalah mendata kerusakan rumah tangga dan infrastruktur dengan metode geotagging dan foto lapangan. Tugas ini merupakan amanat Keppres Nomor 1 Tahun 2026 yang menempatkan BPS sebagai koordinator pengelolaan data pascabencana.
Data yang terkumpul akan dipadankan dengan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) serta data BNPB. Sinkronisasi data ini menjadi kunci agar seluruh program pemulihan dan bantuan pemerintah dapat disalurkan secara cepat, akurat, dan tepat sasaran bagi warga yang membutuhkan.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


