PT Jasamarga Pandaan Tol (PT JPT) sedang melaksanakan program perkuatan struktur tebing di koridor Jalan Tol Gempol–Pandaan, tepatnya pada KM 51 jalur B arah Malang menuju Surabaya.
Pengerjaan yang telah dimulai sejak pertengahan November 2025 tersebut difokuskan pada perlindungan infrastruktur dari potensi gangguan alam seperti pergerakan tanah atau material yang dapat jatuh ke badan jalan.
Metode yang diterapkan dalam proyek ini adalah Ground Anchor atau angkur tanah. Teknik tersebut bekerja dengan cara menanamkan batang angkur ke dalam lapisan tanah atau batuan untuk memberikan gaya tarik yang mampu menahan massa tanah di area tebing. Dengan penggunaan teknologi ini, struktur penahan tanah menjadi lebih kokoh dalam menghadapi tekanan beban, sehingga kenyamanan berkendara di sepanjang jalur tol dapat tetap optimal meski berada di kawasan yang memiliki kemiringan lahan cukup curam.
"Stabilitas lereng memainkan peran penting dalam memastikan kelancaran lalu lintas serta meminimalkan risiko gangguan akibat longsor. Kami menargetkan seluruh pekerjaan selesai sebelum 20 Februari 2026. Aktivitas konstruksi dilaksanakan di luar jalur tol, sehingga tidak memberikan dampak signifikan terhadap gangguan kelancaran lalu lintas," jelas Direktur Utama PT JPT, Muhammad Taufik Akbar.
Melalui penguatan tebing ini, potensi gangguan teknis yang disebabkan oleh faktor lingkungan dapat diminimalkan secara signifikan. PT JPT menekankan bahwa stabilitas kondisi jalan tol menjadi prioritas utama guna memberikan layanan yang andal.
Meski aktivitas pengerjaan berlangsung di luar jalur utama, pihak pengelola tetap menyampaikan permohonan maaf atas kemungkinan ketidaknyamanan yang muncul dan berharap masyarakat memahami pentingnya pemeliharaan infrastruktur ini demi keselamatan bersama di masa depan.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


