PT Kereta Api Indonesia (Persero) merealisasikan penyerapan dana Penyertaan Modal Negara (PMN) yang diperoleh pada tahun anggaran 2024 dan 2025. Seluruh suntikan modal dari pemerintah tersebut dialokasikan secara khusus guna mendanai proyek pengadaan serta peremajaan armada KRL Jabodetabek.
Pagu PMN tahun 2024 senilai Rp2 triliun telah terserap sepenuhnya untuk pembiayaan awal pengerjaan sarana kereta. Sementara itu, untuk dana PMN tahun 2025 sebesar Rp1,8 triliun, pihak manajemen tercatat telah menyalurkan dana ratusan miliar rupiah kepada PT INKA sebagai bagian dari termin pembayaran penyelesaian rangkaian kereta baru.
"Sisa saldo yang ada untuk PMN 2025 ini senilai Rp1,055 triliun yang proyeksinya akan kita spending sesuai dengan progress dari penyelesaian 9 trainset yang sudah ada di PT INKA sesuai dengan recovery schedule-nya yaitu diharapkan penyelesaiannya itu di bulan September tahun 2026," urai Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin dalam Rapat Dengar Pendapat bersama DPR RI.
Langkah percepatan pengadaan sarana transportasi massal iniĀ dilakukan mengingat grafik volume penumpang diproyeksikan menembus 437 juta pengguna pada 2030. Di sisi lain, mayoritas unit kereta yang beroperasi di jalur pelintasan saat ini merupakan armada bekas impor asal Jepang yang masa pakainya sudah berumur lebih dari tiga dekade.
Secara keseluruhan, total pembiayaan program modernisasi sarana komuter ini menelan biaya hingga Rp9,18 triliun yang bersumber dari kombinasi dana PMN, kas internal PT KCI, serta pinjaman kredit perbankan.
Skema pengadaan skala besar tersebut dibagi ke dalam beberapa tahapan pengerjaan, mencakup produksi 16 rangkaian kereta baru domestik, pemesanan unit impor dari produsen Tiongkok, hingga pelaksanaan program pemulihan teknis (retrofit).
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


