Tren perjalanan masyarakat selama musim libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 menunjukkan perubahan menarik. PT ASDP Indonesia Ferry melaporkan lonjakan penumpang yang cukup signifikan di 15 lintasan pantauan nasional. Tercatat sebanyak 3,44 juta orang menggunakan jasa penyeberangan sepanjang periode H-10 hingga H+10 Natal sehingga angka ini tumbuh 8 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Selain jumlah orang, volume kendaraan yang menyeberang juga meningkat 6,7 persen dengan total mencapai 850.426 unit. Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menilai bahwa peningkatan ini mencerminkan tingginya mobilitas antarwilayah sekaligus efektivitas sistem tiket daring melalui aplikasi Ferizy yang membuat antrean lebih tertata.
"Hal ini mencerminkan tingginya pergerakan masyarakat sekaligus efektivitas pengelolaan operasional penyeberangan nasional," jelas Heru melalui keterangan resmi.
Peningkatan tajam pada moda penyeberangan ini sejalan dengan data Kementerian Perhubungan yang melihat adanya pergeseran preferensi moda transportasi. Berbeda dengan angkutan laut, kereta api, dan penyeberangan yang tumbuh dua digit, penumpang pesawat domestik justru mengalami kontraksi tipis sebesar -0,91 persen.
Faktor cuaca serta ketersediaan opsi transportasi yang lebih terjangkau diduga menjadi alasan kuat masyarakat lebih memilih menyeberang pulau menggunakan kapal feri atau menggunakan jasa perkeretaapian.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


