PT Pertamina (Persero) memperkuat sistem energi nasional melalui proyek RDMP Balikpapan dengan total investasi Rp123 triliun. Proyek strategis ini mencakup transformasi menyeluruh pada infrastruktur kilang untuk meningkatkan kapasitas produksi dan kualitas BBM ramah lingkungan. Pembangunan yang berjalan sejak 2019 ini mengintegrasikan sistem penerimaan bahan baku hingga proses produksi akhir agar lebih efisien.
Struktur pembangunan dibagi menjadi tiga pilar utama yang terintegrasi. Tahap pertama meliputi penyiapan lahan dan infrastruktur dasar. Tahap kedua fokus pada pembangunan 39 unit fasilitas baru yang terdiri dari unit proses dan utilitas pendukung sehingga dibarengi dengan revitalisasi unit pengolahan lama. Langkah ini dilakukan agar kilang memiliki fleksibilitas tinggi dalam menghasilkan produk sesuai standar global.
"RDMP Balikpapan menjadi fondasi penting penguatan sistem energi nasional. Melalui pengembangan infrastruktur yang terintegrasi, Pertamina memastikan keandalan pasokan minyak mentah dan operasional kilang yang lebih efisien dan berkelanjutan," jelas Vice President Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron.
Lingkup ketiga proyek ini menyasar penguatan infrastruktur logistik minyak mentah. Pertamina membangun dua tangki raksasa berkapasitas masing-masing 1 juta barel serta jaringan pipa bawah laut dan darat. Fasilitas Single Point Mooring (SPM) terbaru juga disediakan untuk melayani kapal tanker super besar berkapasitas hingga 320.000 DWT sehingga keamanan rantai pasok menuju kilang lebih terjamin.
Keberadaan RDMP Balikpapan berfungsi sebagai pilar utama dalam menjaga kedaulatan energi jangka panjang. Penggunaan teknologi modern ditujukan untuk mengurangi ketergantungan pada pasokan energi luar negeri melalui peningkatan produktivitas domestik. Seluruh proses pembangunan terintegrasi ini merupakan komitmen dalam menyediakan bahan bakar yang lebih bersih untuk mendukung keberlanjutan lingkungan di masa depan.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


