Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengungkapkan rencana transformasi kelembagaan Bulog menjadi badan otonom yang langsung berada di bawah presiden. Perubahan ini bertujuan mengembalikan fungsi Bulog sebagai penyangga pangan nasional tanpa dibebani target profit komersial sehingga mampu menjamin ketersediaan berbagai bahan pokok demi swasembada pangan.
Wacana perubahan status kelembagaan Perum Bulog semakin mendekati titik kepastian pada awal tahun 2026.
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, mengonfirmasi bahwa pembahasan mengenai transformasi menjadi badan otonom terus dilakukan bersama Komisi IV DPR RI dan pemangku kepentingan terkait. Langkah ini diambil untuk mengembalikan peran vital Bulog sebagai institusi penyangga pangan nasional yang mandiri dan memiliki kewenangan luas.
Presiden Prabowo Subianto menginginkan lembaga ini kembali memiliki kekuatan seperti pada masa lampau sehingga tidak hanya terbatas pada urusan logistik beras. Bulog diharapkan mampu memegang kendali atas berbagai komoditas pangan pokok lainnya guna memastikan stabilitas pasokan di tangan pemerintah.
"Yang namanya mandiri itu kan kita harus pegang sendiri beras, minyak, gula, tepung, telur, daging, dan sebagainya. Jadi harus kita pegang sendiri, jangan dipegang orang lain," tegas Rizal dalam konferensi pers di Jakarta.
Transformasi ini secara otomatis akan mengubah model bisnis Bulog yang selama ini berstatus sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Jika telah resmi menjadi badan otonom, Bulog tidak lagi diwajibkan mencari keuntungan atau berorientasi komersial dalam menjalankan fungsi penyerapan hasil tani. Fokus utama lembaga akan dialihkan sepenuhnya pada pelayanan publik serta stabilisasi harga pangan dari tingkat petani hingga konsumen.
Dengan melepaskan beban target profit, Bulog diproyeksikan mampu bekerja lebih fleksibel dalam merespons dinamika pasar pangan dalam negeri. Keputusan final mengenai struktur baru ini ditargetkan segera terbit dalam waktu dekat guna mempercepat target pencapaian swasembada pangan nasional.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


